Abstrak: Menurut skema Surveillance of Work-related and Occupational Respiratory Disease (SWORD), insiden silikosis memiliki rata-rata tahunan sekitar 30 kasus, dan memiliki angka kematian di Indonesia mencapai 69,2 kasus. Silikosis disebabkan oleh debu silika yang umum terjadi pada pekerjaan yang berhubungan dengan debu seperti pertambangan, konstruksi, dan lainnya. Pekerja pengasapan ikan berisiko terkena silikosis karena paparan debu silika dari abu sabut kelapa yang terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi paparan, masa kerja, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap adanya gejala silikosis pada pekerja pengasapan ikan di Desa Karimunjawa. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional menggunakan kuesioner Gejala Silikosis dari penelitian Jayanti tahun 2017, dengan jumlah sampel 23 responden. Data dikumpulkan pada bulan Februari 2023, dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,4% responden memiliki gejala silikosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama paparan memiliki korelasi yang signifikan dengan gejala silikosis (p = 0,017), masa kerja tidak memiliki korelasi dengan gejala silikosis (p = 0,176), dan penggunaan APD tidak memiliki hubungan dengan gejala silikosis (p = 0,366). Dari hasil penelitian ini di simpulkan bahwa makin lama terpapar debu, makin besar risiko timbulnya gejala silikosis.
Copyrights © 2026