Sejak 1988 Nagorno-Karabakh menjadi wilayah rebutan antara Azerbaijan dengan Armenia. Penelitian ini mengkaji konsep negative peace dalam konflik Azerbaijan-Armenia pasca serangan terakhir Azerbaijan pada 20 September 2023, yang dimana serangan ini memenangkan Azerbaijan, dan membuat Azerbaijan kembali menguasai Nagorno-Karabakh. Azerbaijan berupaya merebut kembali Nagorno-Karabakh untuk memulihkan kedaulatan, sementara Armenia melakukannya demi kepentingan etnis dan stabilitas domestik. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan mempelajari dokumen, yang tersedia. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa konflik ini masih berada pada fase negative peace, kondisi dimana kekerasan berhenti, tapi tanpa menyelesaikan akar masalah konflik Nagorno-Karabakh. Belum adanya sistem, atau kesepakatan damai antara Azerbaijan dengan Armenia juga membuat konflik ini masih pada tahap negative peace.
Copyrights © 2025