MANUSKRIPTA
Vol 15 No 2 (2025): Manuskripta

Kesinambungan dan Diskontinuitas dalam Kajian Pernaskahan Islam Nusantara: Analisis Bibliometrik dan Jaringan Sitasi Penelitian Naskah Kitab al-Samarqandī (1881–2023)

Fahmi, Muhammad Nabil (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Jan 2026

Abstract

The study of Nusantara Islamic manuscripts, like academic studies in general, is grounded in the need to address existing research gaps while offering scholarly novelty. Thus, manuscript studies can foster sustainable scholarly discourse. However, research isolated from the broader landscape of related studies remains prevalent. This study aims to map the citation network of Nusantara Islamic manuscript studies, with a case study that focuses on the al-Samarqandī manuscript of Abū al-Layth. Using a bibliometric literature review, this study analyzes citation patterns across publications to uncover their underlying material realities. The findings reveal a discontinuity in studies of the al-Samarqandī manuscript between 1881 and 2023. This condition is attributed to the complexity of the manuscript tradition as well as disparities in the circulation and accessibility of academic references. Therefore, reforming academic culture, strengthening research infrastructure, and revitalizing multidisciplinary approaches to manuscript studies are essential for sustaining scholarly development in this field. === Kajian naskah Islam Nusantara, sebagaimana studi akademik pada umumnya, berpijak pada kebutuhan untuk mengisi celah penelitian sekaligus menawarkan kebaruan ilmiah. Dengan demikian, studi naskah dapat mendorong diskursus keilmuan yang berkelanjutan. Namun, riset yang terisolasi dari lanskap studi terkait masih sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan memetakan jaringan sitasi naskah Islam Nusantara, dengan studi kasus pada naskah al-Samarqandī karya Abū al-Layth. Menggunakan tinjauan pustaka bibliometrik, studi ini menganalisis pola sitasi di berbagai publikasi untuk mengungkap realitas materi di baliknya. Temuan menunjukkan adanya diskontinuitas dalam studi naskah al-Samarqandī antara tahun 1881 dan 2023. Kondisi ini disebabkan oleh kompleksitas tradisi naskah serta ketimpangan sirkulasi dan aksesibilitas referensi akademik. Oleh karena itu, reformasi budaya akademik, penguatan infrastruktur penelitian, dan revitalisasi pendekatan multidisiplin sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perkembangan ilmiah di bidang ini.  

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

journal

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science

Description

MANUSKRIPTA aims to provide information on Indonesian and Southeast Asian manuscript studies through publication of research-based articles. MANUSKRIPTA is concerned with the Indonesian and Southeast Asian manuscript studies, the numerous varieties of manuscript cultures, and manuscript materials ...