Kesehatan mental merupakan faktor penting yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk prestasi akademik siswa. Dalam konteks pendidikan, siswa dengan kondisi mental yang baik cenderung lebih fokus, termotivasi, dan mampu mengelola stres akademik secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kesehatan mental terhadap prestasi akademik siswa tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 120 siswa dari tiga sekolah negeri di kota X yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala kesehatan mental yang mencakup indikator stres, kecemasan, dan depresi, serta data nilai rata-rata rapor sebagai indikator prestasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan prestasi akademik siswa (p < 0,05), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,62 yang menunjukkan korelasi positif sedang. Artinya, semakin baik kondisi kesehatan mental siswa, semakin tinggi pula prestasi akademik yang dicapai. Faktor stres dan kecemasan terbukti memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan depresi dalam menurunkan capaian akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan lingkungan keluarga dalam mendukung kesehatan mental siswa, guna menciptakan iklim belajar yang sehat dan produktif. Dengan demikian, intervensi psikologis dan program pendampingan emosional di lingkungan sekolah sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kesejahteraan mental sekaligus prestasi belajar siswa.
Copyrights © 2024