Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya karena masalah gizi kronis, yaitu kekurangan makanan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Stunting tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya masalah fisik dan berbagai penyakit, tetapi juga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif yang berdampak pada kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua balita khususnya pada ibu balita usia 0-12 bulan. Pada hasil observasi ditemukan bahwa kasus stunting yang terjadi Desa Ploso pada tahun 2025 lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Action Research (PAR) yitu pendekatan penelitian yang dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat, dengan tujuan untuk mendorong terjadinya perubahan yang bersifat transformatif. Pengetahuan orang tua menjadi meningkat terhadap cara pola asuh anak dan berperan penting dalam pengurangan terjadinya resiko stunting pada anak. Kesimpulan kegiatan tersebut, orang tua memperoleh pemahaman tentang: (a) ASI eksklusif dan MPASI; (b) Imunisasi lengkap; (c) Tumbuh kembang anak; (d) Pola asuh positif.
Copyrights © 2025