Huda, Muhamat Miftahul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Kelas Ibu Balita di Desa Ploso Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Fauziyah, Auriza Awalya; Nada, Bintan Nafia Qotrun; Umah, Binti Khoirul; Ardiansyah, Chandra; Pradana, Wahyu; Alhamda, Fauzan Fikri; Huda, Muhamat Miftahul; Ridwanulloh, M. Ubaidillah
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i2.5817

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya karena masalah gizi kronis, yaitu kekurangan makanan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Stunting tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya masalah fisik dan berbagai penyakit, tetapi juga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif yang berdampak pada kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua balita khususnya pada ibu balita usia 0-12 bulan. Pada hasil observasi ditemukan bahwa kasus stunting yang terjadi Desa Ploso pada tahun 2025 lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Action Research (PAR) yitu pendekatan penelitian yang dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat, dengan tujuan untuk mendorong terjadinya perubahan yang bersifat transformatif. Pengetahuan orang tua menjadi meningkat terhadap cara pola asuh anak dan berperan penting dalam pengurangan terjadinya resiko stunting pada anak. Kesimpulan kegiatan tersebut, orang tua memperoleh pemahaman tentang: (a) ASI eksklusif dan MPASI; (b) Imunisasi lengkap; (c) Tumbuh kembang anak; (d) Pola asuh positif.
Mewujudkan Lingkungan Sekolah Aman melalui Stop Bullying dengan Pendekatan Partisipatif di Sekolah Dasar Ridwanulloh, M. Ubaidillah; Sholikhah, Jenny Almas; Soviana, Siti Nabila; Huda, Muhamat Miftahul; Umah, Binti Khoirul; Shohibatunnuroin, Fika; Rohmah, Nidaul; Surur, Agus Miftakus
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.498

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda, namun bullying atau perundungan yang semakin mengkhawatirkan di sekolah dasar menjadi tantangan serius. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa, guru, serta orang tua tentang bullying, membangun budaya sekolah yang positif, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengikutsertakan seluruh pemangku kepentingan. Sosialisasi “Stop Bullying” dilaksanakan di SDN Ploso, Kabupaten Kediri, melibatkan 110 siswa dari kelas 1–6, melalui materi interaktif, lagu, dan permainan edukatif. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang definisi, bentuk, dan dampak bullying; serta perubahan sikap awal yaitu mereka mulai menyadari bahwa ejekan, pengucilan, atau candaan merendahkan merupakan bullying yang perlu dihentikan. Kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi aktif siswa dan menumbuhkan empati, sekaligus memperkuat iklim sekolah yang lebih ramah. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif dan media interaktif terbukti efektif sebagai intervensi preventif dalam pencegahan bullying di sekolah dasar, serta berpotensi menjadi model bagi praktik serupa secara berkelanjutan. Metode partisipatif dalam mengubah perilaku anti-bullying siswa secara kolektif di sekolah dasar terbukti efektif. Dengan demikian metode partisipatif perlu juga dilakukan di berbagai sekolah terutama Tingkat sekolah dasar untuk mengatasi persoalan bullying pada siswa dan siswi.