Setiap anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, berhak mendapat pendidikan yang setara dan penuh penerimaan. Sekolah inklusi hadir untuk menciptakan lingkungan belajar yang menghargai perbedaan dan mendukung interaksi antaranak. Namun, masih terdapat kendala dalam komunikasi dan pemahaman sosial. Karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji peran sekolah inklusi dalam mendukung interaksi sosial anak berkebutuhan khusus. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami implementasi sekolah inklusi di KB Inklusi Lestari Desa Sukasenang, mengkaji secara mendalam bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi pada anak berkebutuhan khusus, serta menganalisis sejauh mana pendekatan pendidikan inklusif memberi dampak terhadap perkembangan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden dan dianalisis menggunakan teknik statistik regresi linier sederhana. Responden dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa KB Inklusi Lestari, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh karena seluruh populasi dijadikan sampel. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi terhadap sekolah inklusi (variabel X) memiliki skor rata-rata sebesar 57,32 (76,43%), sedangkan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus (variabel Y) memiliki skor rata-rata sebesar 57,84 (77,12%). Kedua variabel berada dalam kategori tinggi. Dari kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sekolah inklusi terhadap interaksi sosial anak berkebutuhan khusus. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,251 atau 25 % dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,011 (p < 0,05). Pengaruhnya signifikan secara statistik, namun termasuk dalam kategori lemah
Copyrights © 2024