Penyalahgunaan narkotika menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bima yang mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Desa Kawinda Toi sebagai jalur perlintasan antarwilayah memiliki kerentanan tinggi terhadap peredaran narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi anti-narkoba melalui sinergi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan POLRI dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut selama program KKN berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis kearifan lokal “Maja Labo Dahu” lebih efektif dibandingkan metode penyuluhan konvensional, karena mampu menyentuh aspek budaya dan norma sosial masyarakat. Kolaborasi mahasiswa sebagai fasilitator, BNN sebagai penyedia materi, serta POLRI sebagai penguat legitimasi hukum terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat kepercayaan terhadap upaya pencegahan. Faktor pendukung utama adalah keterlibatan tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda desa, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana serta kesinambungan program yang masih menjadi tantangan. Dengan demikian, pencegahan penyalahgunaan narkotika memerlukan pendekatan partisipatif, kolaboratif, serta integrasi budaya lokal untuk menciptakan masyarakat desa yang lebih tangguh terhadap ancaman narkoba.
Copyrights © 2026