Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Permainan Tradisional Tapa Gala Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak di TK Yaa Karim Kota Bima Nurfadilah; Wahyu Mulyadi; Abdurrahman
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1034

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi permainan tradisional Tapa Gala dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak di TK Yaa Karim, Kota Bima. Salah satu permainan tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai metode dalam mengembangkan aspek sosial-emosional anak adalah permainan Tapa Gala. Permainan ini, yang merupakan bagian dari warisan budaya lokal, memiliki potensi untuk meningkatkan interaksi sosial dan keterampilan emosional anak melalui aktivitas kelompok yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan tradisional Tapa Gala, perkembangan sosial emosional anak dapat didorong secara positif, sekaligus meningkatkan kemampuan motorik kasar mereka. Melalui aktivitas yang menekankan kerja sama, disiplin, dan saling mendukung, permainan Tapa Gala memberikan dampak yang signifikan terhadap penguatan keterampilan sosial emosional anak usia dini di TK Yaa Karim, Kota Bima.
Implementasi Permainan Tradisional Tapa Gala Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak di TK Yaa Karim Kota Bima Nurfadilah; Wahyu Mulyadi; Abdurrahman
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1034

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi permainan tradisional Tapa Gala dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak di TK Yaa Karim, Kota Bima. Salah satu permainan tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai metode dalam mengembangkan aspek sosial-emosional anak adalah permainan Tapa Gala. Permainan ini, yang merupakan bagian dari warisan budaya lokal, memiliki potensi untuk meningkatkan interaksi sosial dan keterampilan emosional anak melalui aktivitas kelompok yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan tradisional Tapa Gala, perkembangan sosial emosional anak dapat didorong secara positif, sekaligus meningkatkan kemampuan motorik kasar mereka. Melalui aktivitas yang menekankan kerja sama, disiplin, dan saling mendukung, permainan Tapa Gala memberikan dampak yang signifikan terhadap penguatan keterampilan sosial emosional anak usia dini di TK Yaa Karim, Kota Bima.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DI SDN 14 SADIA KOTA BIMA Nurhafidah; Wahyu Mulyadi; Abdussahid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27895

Abstract

The problem-based learning teaching model has an important role in developing critical thinking skills, especially at the elementary school level. This research was conducted at SDN 14 Sadia Bima City to answer the obstacles or challenges faced by teachers in the implementation of the PBL learning model. The application of the PBL model not only trains students in critical thinking but students can also be active in group learning so that they can train students to respect each other's differences in opinion and the learning process in the classroom can be more active or not monotonous because PBL involves all students must be able to actively learn in class. The purpose of this study is to find out the extent to which the PBL model is applied to significantly improve critical thinking skills. Data was collected through observations, interviews with teachers and students, and documentation of teaching and learning activities in the classroom. The results of the study show significant results in the application of the PBL learning model in developing critical thinking skills where students are more active in learning, can solve a problem contained in a material together, can issue ideas in a sequence and students can dare to express opinions in accordance with the abilities possessed by students. This success is supported by the support of teachers and integrity in the use of the PBL model in several subjects. This research recommends that the PBL model continue to be developed as an effective strategy in teaching because it has a positive impact not only on the academic aspect but also on the development of character and skills in the 21st century.
Edukasi Anti-Narkoba Berbasis Kearifan Lokal: Sinergi Mahasiswa KKN, BNN, Dan Polri Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Di Desa Kawinda Toi, Kabupaten Bima Muarif; Ilham; Wahyu Mulyadi; Iqbal Rahmatullah; Juvita; Munir
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 3 No. 1 (2026): Januari (2026)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v3i1.426

Abstract

Penyalahgunaan narkotika menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bima yang mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Desa Kawinda Toi sebagai jalur perlintasan antarwilayah memiliki kerentanan tinggi terhadap peredaran narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi anti-narkoba melalui sinergi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan POLRI dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut selama program KKN berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis kearifan lokal “Maja Labo Dahu” lebih efektif dibandingkan metode penyuluhan konvensional, karena mampu menyentuh aspek budaya dan norma sosial masyarakat. Kolaborasi mahasiswa sebagai fasilitator, BNN sebagai penyedia materi, serta POLRI sebagai penguat legitimasi hukum terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat kepercayaan terhadap upaya pencegahan. Faktor pendukung utama adalah keterlibatan tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda desa, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana serta kesinambungan program yang masih menjadi tantangan. Dengan demikian, pencegahan penyalahgunaan narkotika memerlukan pendekatan partisipatif, kolaboratif, serta integrasi budaya lokal untuk menciptakan masyarakat desa yang lebih tangguh terhadap ancaman narkoba.