Penelitian ini menganalisis dinamika politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam menghadapi dilema netralitas di tengah meningkatnya Persaingan Kekuatan Besar antara Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Rivalitas dua kekuatan besar tersebut menimbulkan tekanan geopolitik, ekonomi, dan keamanan yang berdampak langsung pada ruang gerak diplomasi Indonesia. Melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai literatur terkini mengenai hubungan luar negeri Indonesia, strategi lindung nilai , geopolitik, serta kebijakan perlindungan dan ekonomi regional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi yang kompleks antara ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok dan kerja sama strategis di bidang pertahanan dengan Amerika Serikat. Untuk menjaga otonomi strategi dan konsistensi prinsip bebas aktif, Indonesia menerapkan strategi hedging dengan tetap menjaga keseimbangan hubungan dengan kedua negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa politik bebas aktif tetap relevan, namun memerlukan strategi adaptasi agar Indonesia mampu menghadapi dinamika geopolitik global tanpa kehilangan kemandirian dan kepentingan nasional.
Copyrights © 2026