Kualitas hidup penderita congestive heart failure (CHF) dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, klasifikasi New York Heart Association (NYHA), tingkat keparahan gagal jantung, risiko kematian, dan kondisi kesehatan mental. Pasien dengan CHF sering kali mengalami kecemasan, kesulitan tidur, stres, dan rasa putus asa akibat penyakit yang diderita yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka, bahkan meningkatkan risiko kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dan kualitas tidur terhadap kualitas hidup pasien congestive heart failure. Jenis penelitian dilakukan dengan desain cross sectional. Populasi semua pasien CHF yang berobat jalan di poliklinik jantung RSUD Sejiran Setason Bangka Barat pada bulan Oktober-Desember 2024 sebanyak 192 pasien. Cara menentukan sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 70 responden. Teknik yang digunakan yaitu consecutive sampling. Analisa data adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan stress (ρ-value 0,000) dan kualitas tidur (ρ-value 0,001 dan OR = 7,765) terhadap kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Poliklinik Jantung RSUD Sejiran Setason Bangka Barat tahun 2025. Saran penelitian ini adalah diharapakan instansi Rumah Sakit dapat menyediakan program edukasi mengenai pentingnya pengelolaan stres dan tidur bagi pasien CHF.
Copyrights © 2026