Isu maskulinitas di era digital mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya media sosial sebagai ruangekspresi diri dan representasi identitas gender. Salah satu platform yang turut membentuk diskursus ini adalah TikTok,melalui berbagai konten kreator yang menghadirkan representasi berbeda terkait maskulinitas. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bagaimana khalayak laki-laki memaknai konten make-up yang ditampilkan oleh kreator TikTok@kkmn99, melalui pendekatan analisis resepsi Stuart Hall (encoding-decoding) yang membagi pemaknaan menjaditiga posisi: Dominant-Hegemonic Position, Negotiated Position, dan Oppositional Position. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Informan dalam penelitian iniadalah seorang laki-laki yang merupakan pengguna aktif TikTok dan merupakan followers akun @kkmn99. Hasilpenelitian menunjukkan adanya beragam penerimaan terhadap representasi maskulinitas dalam konten-konten makeup tersebut, terdapat 3 dari 6 informan berada pada posisi Dominant-Hegemonic, 2 dari 6 informan berada pada posisiNegotiated dan 1 dari 6 informan berada pada posisi Oppositional.Kata Kunci: Maskulitas, Analisis Resepsi, TikTok, Media Sosial, Konten Make-up
Copyrights © 2025