Peningkatan jumlah penderita diabetes di Indonesia mendorong pencarian alternatif pemanis yang lebih sehat, salahsatunya yaitu stevia. Meskipun memiliki manfaat kesehatan yang tinggi, tingkat penggunaan stevia masih rendahkarena kurangnya informasi yang tersebar secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi penderitadiabetes pada penyampaian informasi gula stevia sebagai pemanis alami melalui akun Instagram @beeruindonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teori resepsi StuartHall. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam kepada lima informan penderita diabetes yang mengikutiakun @beeruindonesia dan memiliki pengalaman menggunakan stevia. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagianbesar informan berada pada posisi Dominant Hegemonic dan Negotiated Hegemonic yang artinya mereka cenderungmenerima dan menyetujui pesan yang disampaikan oleh akun tersebut atau menyesuaikan dengan pengalaman danpandangan dari masing-masing pribadi daripada menolaknya secara langsung. Akun @beeruindonesia dinilai efektifdalam memberikan edukasi kesehatan dan memengaruhi perilaku penderita diabetes dalam mengganti gula denganstevia. Penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang informatif, visual dan interaktif melaluimedia sosial dalam membentuk pemahaman dan keputusan masyarakat terhadap gaya hidup sehat.Kata Kunci: Diabetes, Stevia, Resepsi, Komunikasi Kesehatan, Media Sosial
Copyrights © 2025