Fenomena streaming game otome berjudul Love and Deepspace oleh Windah Basudara, seorang streamer yangidentik dengan audiens laki-laki, telah memicu polemik di komunitas gamer Indonesia. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis bagaimana khalayak perempuan memaknai pesan yang terkandung dalam streaming tersebut. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi dari Stuart Hall. Data diperoleh melaluiwawancara mendalam dengan sembilan informan kunci perempuan yang merupakan penonton streaming tersebut dansatu informan ahli. Hasil penelitian menunjukkan adanya resepsi yang kompleks dan dualistik. Mayoritas informan(lima) menempati posisi dominan-hegemonik, menerima pesan Windah tentang inklusivitas dan hiburan secara utuhkarena dianggap selaras dengan pandangan mereka. Namun, sebagian besar lainnya (empat) berada pada posisinegosiasi, di mana mereka menikmati konten sambil memberikan kritik terhadap performa streamer atau representasigender dalam game. Tidak ditemukan adanya informan pada posisi oposisi. Kesimpulannya, audiens perempuandalam konteks ini adalah pemakna aktif yang menggunakan strategi decoding dominan dan negosiasi secarabersamaan. Hal ini menunjukkan kemampuan mereka untuk menikmati konten hiburan sambil tetap mempertahankankesadaran kritis terhadap pesan yang diterima.Kata Kunci: Resepsi Stuart Hall, Perempuan, Streaming, Love and Deepsace, Windah Basudara
Copyrights © 2025