Sistem patriarki yang mengakar dalam budaya masyarakat menyebabkan adanya standar gender yang menempatkanlaki-laki sebagai pencari nafkah utama dan perempuan sebagai pengurus rumah tangga. Peran ayah rumah tanggasering kali dianggap menyimpang dari norma sosial yang berlaku. Film sebagai media popular memiliki peran dalammembentuk dan merefleksikan konstruksi sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayahrumah tangga dalam sistem patriarki melalui film “Dua Hati Biru”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk yang mencakup tiga dimensi: teks, kognisi sosial, dankonteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui ketiga dimensi tersebut, film “Dua Hati Biru”merepresentasikan perlawanan terhadap sistem patriarki pada peran ayah rumah tangga yang menghadapi stigma,krisis identitas maskulinitas, serta menjadi media refleksi dan kritik atas ketimpangan peran gender dalam keluarga.Kata Kunci: Ayah rumah tangga, Patriarki, Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk, Film
Copyrights © 2025