Penelitian ini mengkaji fenomena laki-laki feminin yang menghadapi diskriminasi akibat stereotip gender dantoksisitas maskulinitas, dengan fokus pada peran persepsi diri dan orientasi percakapan keluarga. Studi kualitatifdeskriptif fenomenologis ini melibatkan lima informan laki-laki Generasi Z di Kota Bandung dan satu ahli. Datadianalisis menggunakan Teori Identitas Komunikasi Michael Hecht dan Teori Pola Komunikasi Keluarga Koerner &Fitzpatrick. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya orientasi percakapan dalam keluarga, terutama antara ayah dan anaklaki-laki, serta dominasi figur perempuan, secara signifikan membentuk identitas feminin. Informan sering merasakurangnya dukungan emosional dari ayah dan harus beradaptasi dengan norma sosial, namun menemukankenyamanan dari figur perempuan. Studi ini menekankan urgensi komunikasi terbuka dan peran orang tua yangseimbang untuk identitas sehat pada anak laki-laki.Kata Kunci : Persepsi diri, Komunikasi keluarga, Orienrasi Percakapan, Identitas komunikasi, Laki-laki feminine
Copyrights © 2025