Presentasi diri yang efektif tidak hanya penting dalam interaksi sosial, tetapi juga berperan penting dalam membukapeluang kerja bagi difabel. Difabel sering menghadapi tantangan yaitu anggapan kurang berkompeten dalam duniakerja, hal ini membuat difabel sulit mendapatkan pekerjaan dan diskriminasi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuanuntuk memahami presentasi diri yang dilakukan klien difabel dalam program pelatihan kerja di PPSGHD (PusatPelayanan Sosial Griya Harapan Difabel). Penelitian ini menggunakan teori Pengelolaan Kesan dari Erving Goffman.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, paradigma interpretif, denganwawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melibatkan 9 informan utama yaitu klien difabel di PPSGHD dan3 informan pendukung yaitu alumni PPSGHD, pekerja sosial, dan instruktur PPSGHD. Hasil penelitian menunjukkanbahwa presentasi diri dilakukan melalui aspek penampilan seperti penggunaan pakaian yang rapi serta penggunaanaksesoris. Sementara dari aspek sikap, presentasi diri yang dilakukan tampak melalui nada berbicara (atau berbahasaisyarat), ekspresi wajah positif, gestur tubuh profesional, dan perilaku yang disesuaikan dengan lingkungan sosial.Pada aspek panggung belakang seperti asrama perilaku yang ditunjukkan yang lebih bebas dan spontan. Penelitian inimenunjukkan bahwa presentasi diri ini tidak hanya berguna dalam konteks pelatihan kerja, tetapi juga menjadi bagiandari proses pembentukan jati diri yang adaptif.Kata Kunci : Presentasi diri, Difabel, Pengelolaan Kesan.
Copyrights © 2025