Penelitian ini di latar belakangi oleh UMKM milik pelaku usaha perempuan yang perlu untuk bisa beradaptasi ditengah perubahan yang terjadi pada media sosial. Pelaku usaha perempuan perlu mengadaptasi storytelling agarmampu menarik perhatian dan juga menciptakan ikatan dengan konsumen. Perbedaan motivasi melakukan bisnis daripelaku usaha perempuan dapat mempengaruhi bagaimana logika yang digunakan dalam menyusun danmenyampaikan pesan storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui logika desain pesan storytelling yangdiciptakan pelaku usaha perempuan dengan perbedaan motivasi berbisnis. Peneltian menggunakan paradigmainterpretif dengan metode kualitatif studi kasus komparatif kepada UMKM Donat Bahagia, Dama Kara, dan Woodka.Hasil penelitian menunjukan bahwa Donat Bahagia cenderung menggunakan logika retorikal untuk mengubahpersepsi konsumen melalui narasi kebahagiaan, Dama Kara menggunakan logika konvensional untuk menyajikaninformasi terstuktur sesuai norma, dan Woodka menggunakan logika ekspresif untuk menunjukan keunikan merekdan individu. Kesimpulan penelitian menunjukan motivasi bisnis membentuk nilai yang kemudian berperan dalammenentukan logika pesan. Ketiga logika dapat efektif jika nilai individu pendiri dapat diintegrasikan dengan jugamempertimbangkan analisa mengenai identitas merek. Saran yang dapat diberikan adalah pelaku usaha perempuandapat memilih gaya storytelling yang sesuai dengan motivasi serta karakteristik pasar agar dapat menciptakan identitasmerek yang kuat.Kata Kunci : Logika Desain Pesan, UMKM, Pelaku Usaha Perempuan, Storytelling
Copyrights © 2025