Perundungan di kalangan remaja menuntut pemanfaatan media literasi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membangun empati dan sikap prososial. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi novel remaja jenjang D dan E pada laman Sistem Perbukuan Digital (SIBI) sebagai media pendukung kampanye anti-perundungan berbasis narasi empatik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik melalui sintesis lintas teks terhadap sepuluh novel remaja, terdiri atas lima novel jenjang D dan lima novel jenjang E. Analisis difokuskan pada dimensi empati, transformasi peran sosial dari bystander pasif menjadi pembela aktif, serta mekanisme solidaritas dalam penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel jenjang D menekankan empati kognitif dan kesetiakawanan dalam relasi sosial sederhana, sedangkan novel jenjang E menampilkan empati yang lebih kompleks, kesadaran struktural, dan keberanian moral kolektif. Selain itu, penyelesaian konflik pada kedua jenjang didominasi pendekatan restitutif. Temuan ini menegaskan bahwa novel digital SIBI berpotensi strategis sebagai media transformatif dalam kampanye anti-perundungan dan pendidikan karakter di sekolah.
Copyrights © 2026