Pemilihan metodologi pengembangan perangkat lunak yang tidak sesuai dengan karakteristik proyek seringkali menyebabkan inefisiensi dan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan akan sebuah kerangka kerja adaptif yang dapat menjadi panduan dalam proses pemilihan tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan melakukan tinjauan sistematis terhadap berbagai metodologi pengembangan perangkat lunak, mencakup pendekatan tradisional dan gesit. Teknik analisis dilakukan secara kualitatif komparatif dengan membandingkan karakteristik, kelebihan, kekurangan, dan konteks penggunaan ideal dari setiap metodologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap metodologi memiliki keunggulan kontekstual yang spesifik, dan tidak ada satu pun yang superior untuk semua kondisi. Analisis ini berhasil mengidentifikasi serangkaian kriteria pemilihan kunci dan menegaskan adanya kebutuhan mendesak akan sebuah kerangka kerja terstruktur untuk memfasilitasi pengambilan keputusan yang objektif dan efisien dalam pengembangan perangkat lunak
Copyrights © 2026