Latar Belakang : Kejadian dismenorea di Indonesia saat ini belum dapat diketahui secara pasti. Dismenorea primer tanpa adanya patologis pelvis yang dialami oleh sekitar 50% wanita serta mengalami nyeri hebat sehingga menyebabkan ketidakmampuan wanita untuk beraktivitas selama 1 sampai 3 hari setiap bulannya. Faktor resiko dari dismenorea pada remaja sering berhubungan dengan menarche usia dini, riwayat keluarga dengan keluhan dismenore, dan indeks masa tubuh (IMT) yang tidak normal. Ketidakseimbangan berat badan dapat memicu produksi prostaglandin berlebih, sementara rendahnya kadar hemoglobin dapat mengurangi pasokan oksigen ke jaringan tubuh, keduanya dapat memperburuk nyeri dismenorea. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara IMT dan anemia dengan tingkat nyeri dismenorea pada remaja putri di SMAN 7 Pekanbaru. Metode : Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 149 siswi kelas X dan XI yang mengalami anemia dan dismenorea. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar hemoglobin menggunakan alat portabel, dan kuesioner skala nyeri dismenorea. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil : Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara IMT dengan nyeri dismenorea (p=0,001) dan antara anemia dengan nyeri dismenorea (p=0,000). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (IMT) dan anemia dengan tingkat nyeri dismenorea pada remaja putri di SMAN 7 Pekanbaru.
Copyrights © 2026