Lansia merupakan kelompok usia yang memiliki risiko tinggi mengalamigangguan tidur, yang dapat disebabkan oleh perubahan fisik maupun psikologisdan berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Terapi Spiritual EmotionalFreedom Technique (SEFT) adalah pendekatan non-farmakologis yangmengombinasikan teknik tapping pada titik-titik meridian dengan afirmasispiritual untuk membantu menciptakan kondisi rileks dan keseimbangan energi,sehingga berpotensi memperbaiki kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh terapi SEFT terhadap kualitas tidur pada lansia di UPTDPuskesmas Tomo, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan desainpra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasipenelitian terdiri dari 65 lansia, dengan 30 responden yang dipilih melalui teknikpurposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner PittsburghSleep Quality Index (PSQI) dan lembar observasi SEFT. Data dianalisismenggunakan uji Paired Samples Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang menandakanadanya pengaruh signifikan terapi SEFT terhadap peningkatan kualitas tidurlansia. Terapi SEFT terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tidur padalansia. Pendekatan ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yangsederhana, aman, dan mudah diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan, baikdi tingkat puskesmas maupun komunitas. Diharapkan terapi SEFT dapatdiimplementasikan secara lebih luas sebagai bagian dari program peningkatankesehatan lansia untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
Copyrights © 2026