Penyalahgunaan narkoba pada remaja masih menjadi masalah kesehatan serius. Upaya edukasi memerlukan media yang menarik dan mudah dipahami, mengingat remaja lebih tertarik pada tampilan visual yang memicu rasa ingin tahu dan membantu mereka mengingat pesan edukatif dengan lebih baik. Komik digital menjadi salah satu alternatif yang dinilai efektif untuk menyampaikan informasi dengan cara yang interaktif. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimental dengan Pendekatan Pretest-Postest Control Group Design. Sampel terdiri dari 30 remaja yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing 15 orang. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui komik digital, sedangkan kelompok kontrol menerima leaflet. Pengetahuan data diukur menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann-Whitney Test. Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan komik digital (p=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan (p=0,083). Mayoritas remaja pada kelompok intervensi mencapai kategori pengetahuan baik setelah intervensi, yang menunjukkan bahwa komik berbasis digital lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Media komik berbasis digital terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai risiko penyalahgunaan narkoba. Media ini dapat dijadikan alternatif menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh kelompok usia remaja.
Copyrights © 2026