Penelitian ini bertujuan membandingkan tiga buku teks matematika-Kurikulum Merdeka, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan The Singapore O-Level Curriculum-pada materi tabung dalam konteks literasi matematika. Metode yang digunakan adalah deskriptif-komparatif dengan analisis konten terhadap struktur materi, fakta, konsep, prinsip, distribusi soal berdasarkan taksonomi Bloom, soal pemecahan masalah, dan kesesuaian soal dengan framework PISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks kurikulum merdeka lebih menekankan konsep dasar namun miskin konteks dan variasi soal, buku teks KTSP mulai mengintegrasikan konteks nyata dan prinsip skalabilitas meski visualisasi terbatas, sedangkan buku teks The Singapore O-Level Curriculum unggul dalam visualisasi, variasi soal kognitif tinggi, serta proporsi soal pemecahan masalah dan konteks PISA yang seimbang. Penelitian ini menegaskan bahwa buku teks dengan materi visual, kontekstual, dan soal beragam lebih efektif meningkatkan literasi matematika siswa. Implikasinya, pengembangan buku teks perlu mengacu pada kerangka literasi matematika internasional agar pembelajaran matematika di Indonesia lebih relevan dan kompetitif.
Copyrights © 2026