Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah menciptakan transformasi besar dalam dunia fotografi, memunculkan fenomena baru, promptography. Promptography adalah praktik menciptakan gambar visual berbasis teks atau prompt tanpa proses fotografi tradisional. Promptography telah memunculkan debat tentang autentisitas dan apresiasi, nilai keterampilan dan keahlian teknis, etika produksi, dan masih banyak lagi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak faktor sosial, sejarah budaya, dan struktur profesional dalam menganalisa penolakan atau penerimaan promptography, dengan contoh kasus Sony World Photography Awards 2023. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi konseptual terhadap studi inovasi sosial dan menawarkan rekomendasi praktis dalam pengembangan regulasi etis kecerdasan buatan untuk fotografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus, dengan mengacu pada teori inovasi sosial Alvin Boskoff untuk mencapai pemahaman dinamis dalam adopsi dan resistansi inovasi di seni visual. Penelitian menunjukkan bahwa promptography bukan hanya fenomena teknis, tetapi juga sosial, yang mengharuskan komunitas fotografi bernegosiasi ulang tentang nilai otentisitas, legitimasi profesional, dan prinsip etika dalam praktik seni kontemporer. Regulasi yang direkomendasikan diharapkan memberikan pedoman penentu bagi organisasi seni untuk menerapkan kebijakan bekerja etis untuk memperbaiki inovasi etis dan menghormati nilai estetika dan profesionalisme.
Copyrights © 2025