Kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan akademik anak. Anak tunarungu memiliki kerentanan lebih tinggi akibat hambatan komunikasi, keterbatasan literasi seksual, serta kesulitan dalam mengungkapkan dan melaporkan tindakan berbahaya, sehingga peran orang tua menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan dan pemanfaatan media poster yang dirancang secara khusus sesuai karakteristik keluarga anak tunarungu, dengan pendekatan komunikasi visual untuk meningkatkan literasi seksual, pemahaman tanda bahaya, dan strategi pencegahan oleh orang tua, berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan media visual secara umum tanpa penyesuaian kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kekerasan seksual berbasis media poster terhadap peningkatan pengetahuan orang tua anak tunarungu. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain One Group Pretest–Posttest Design pada 46 orang tua siswa tunarungu di SLB B Tunas Harapan Karawang. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner 20 item pada pretest dan posttest, dengan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan median dari 10,00 menjadi 20,00 dan p-value 0,000 (p 0,05). Edukasi berbasis poster efektif meningkatkan pemahaman orang tua mengenai definisi, bentuk kekerasan seksual, tanda bahaya, bagian tubuh pribadi anak, dan langkah pencegahan. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi visual yang kontekstual dan berkelanjutan bagi orang tua sebagai fondasi perlindungan anak tunarungu dari kekerasan seksual.
Copyrights © 2026