Hambatan prosedural dalam proses klaim BPJS Kesehatan, seperti kompleksitas verifikasi dokumen, ketidakterpaduan sistem informasi, serta tingginya klaim tertunda dan keterlambatan pembayaran, masih menjadi tantangan yang berdampak pada kinerja fasilitas kesehatan. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan strategi adaptasi operasional alur klaim Jamsostek sebagai model implementasi yang aplikatif bagi BPJS Kesehatan, bukan sekadar perbandingan sistem. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi adaptasi alur klaim Jamsostek sebagai upaya peningkatan efisiensi proses klaim BPJS Kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan rumah sakit mitra, disertai observasi dan telaah dokumen kebijakan serta prosedur klaim. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi metode, sumber, dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi verifikasi sejak awal kasus, penguatan Service Level Agreement (SLA) pada setiap tahapan klaim, sistem notifikasi otomatis antar pemangku kepentingan, serta monitoring berbasis dashboard secara real time berpotensi mempercepat proses verifikasi, mengurangi revisi dokumen berulang, menekan klaim tertunda, dan meningkatkan kepastian pembayaran.
Copyrights © 2026