Keterampilan berpikir kritis memiliki peran yang sangat penting di dalam proses pembelajaran,namun selama ini guru belum memberdayakan keterampilan ini dalam setiap pembelajaran oleh karena itu keterampilan ini perlu dikembangan melalui penggunaan bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan ajar tanaman obat masyarakat adat Ternate terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA di Kota Ternate. Penelitian in menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 52 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal tes. Data diperoleh dari skor pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis kovariat (ANKOVA) dengan taraf signifikansi 5%. Jika hasil anakova menunjukkan signifikan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT)Berdasarkan hasil dan pembahasam dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis tanaman lokal Ternate memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Setelah kemampuan awal siswa dikontrol, rata-rata postes terkoreksi keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas yang menggunakan bahan ajar tanaman lokal Ternate terbukti lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Perbedaan notasi pada rata-rata postes terkoreksi antara kedua kelas tersebut menunjukkan bahwa perbedaan keterampilan berpikir kritis bersifat signifikan pada taraf signifikansi 5%.
Copyrights © 2025