Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, mencapai titik darurat dengan ribuan aduan setiap tahunnya. Fenomena ini sering kali terjadi di ranah personal, menempatkan keluarga sebagai garis pertahanan utama sekaligus titik kerentanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pendidikan keluarga dalam mencegah pelecehan seksual melalui mekanisme sosialisasi primer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur sistematis, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas peran orang tua sebagai pendidik, komunikator, dan pengawas. Landasan teoretis menggunakan Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Kontrol Sosial Travis Hirschi untuk membedah internalisasi nilai perlindungan diri pada anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun persepsi orang tua terhadap pendidikan seksual umumnya positif, hambatan sosiokultural seperti anggapan tabu tetap menghambat efektivitas komunikasi. Intervensi seperti Underwear Rules dan edukasi No-Go-Tell terbukti meningkatkan keberanian anak untuk melapor. Disimpulkan bahwa penguatan literasi seksual berbasis keluarga yang kolaboratif dengan sekolah dan pemerintah sangat krusial untuk memitigasi risiko kekerasan seksual.
Copyrights © 2026