Wilayah pesisir seperti Kabupaten Fakfak menghadapi keterbatasan dalam ketersediaan es balok yang dibutuhkan untuk menjaga mutu hasil tangkapan laut. Ketergantungan pada listrik PLN dan mahalnya biaya operasional genset menyebabkan akses terhadap es menjadi terbatas, sehingga ikan hasil tangkapan mudah mengalami penurunan kualitas. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan nelayan serta efisiensi rantai pasok perikanan. Di lokasi implementasi telah tersedia dermaga yang ditingkatkan agar dapat menampung instalasi sistem mesin es balok dan PLTS dengan aman dan efisien. Untuk mengurangi kerugian tersebut, diperlukan penyediaan es balok yang lebih stabil dan tahan lama tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional. Solusi yang direkomendasikan adalah penggunaan mesin es balok berbasis tenaga surya yang memanfaatkan sistem pendinginan kompresor dan larutan brine. Manfaat dari sistem ini dirasakan oleh nelayan melalui ketersediaan es yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap pencairan. Penggunaan energi terbarukan juga memungkinkan pengoperasian di lokasi terpencil dengan biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang. Agar sistem ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan dukungan teknis, pemeliharaan rutin, serta pengelolaan yang terorganisir dengan baik.
Copyrights © 2025