Jurnal Budaya Etnika
Vol. 9 No. 2 (2025): POTRET BUDAYA TRADISI DAN MATERI LOKAL DAN GLOBAL PADA MASA KONTEMPORER DI INDO

REVITALISASI RITUAL MITEMBEYAN SEBAGAI PELESTARIAN LEWAT YOUTUBE PADA KELOMPOK TANI SINDANG HURIP DI DUSUN SINDANG, DESA/KEC. RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT

Setyobudi, Imam (Unknown)
Yuningsih, Yuyun (Unknown)
Hifajar, Wahyu (Unknown)
Dewi, Rifka Rahma (Unknown)
Jantika, Nurgalih Hadad (Unknown)
Dewi, Silvia (Unknown)
Fadilah, Farhan (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2025

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep dan metode revitalisasi ritual mitembeyan meuseul sebagai upaya pelestarian nilai-nilai kearifan budaya lokal masyarakat petani Sunda di tengah perubahan sosial budaya akibat modernisasi pertanian, serta mendiseminasikan hasil revitalisasi melalui media digital. Modernisasi pertanian melalui penggunaan mesin penggiling gabah (huller) telah menyebabkan memudarnya praktik ritual mitembeyan yang sebelumnya menjadi bagian integral dari sistem kepercayaan, kosmologi, dan kehidupan komunal petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilakukan di Dusun Sindang, Desa/Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi ritual dilakukan melalui rekonstruksi bentuk otentik berbasis memori kolektif, reaktualisasi tahapan ritual, serta penggalian kembali makna simbolik dan nilai kearifan lokal yang mencakup nilai spiritual-religius, keselarasan dengan alam, dan solidaritas sosial komunal. Dokumentasi ritual melalui platform YouTube berfungsi sebagai arsip visual sekaligus strategi adaptif pelestarian budaya di era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi ritual mitembeyan meuseul merupakan bentuk modernisasi selektif yang memungkinkan masyarakat petani mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai fundamental tanpa menolak kemajuan teknologi. Kata kunci: revitalisasi budaya, ritual mitembeyan, kearifan lokal, pertanian tradisional, media digital. Abstract: This study aims to formulate concepts and methods for revitalizing the mitembeyan meuseul ritual as an effort to preserve local cultural wisdom among Sundanese farming communities amid socio-cultural changes caused by agricultural modernization, as well as to disseminate the revitalization outcomes through digital media. The introduction of rice milling machines (hullers) has gradually diminished the practice of mitembeyan, which was previously an integral part of farmers’ belief systems, cosmology, and communal life. This research employs a qualitative method with an ethnographic approach conducted in Sindang Hamlet, Rancakalong Village/Subdistrict, Sumedang Regency. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), and literature review. The findings indicate that ritual revitalization was carried out through reconstructing its authentic form based on collective memory, reactualizing ritual stages, and reinterpreting symbolic meanings and local wisdom values, including spiritual-religious beliefs, harmony with nature, and communal social solidarity. Digital documentation via YouTube functions as a visual archive and an adaptive strategy for cultural preservation in the digital era. The study concludes that revitalizing the mitembeyan meuseul ritual represents a form of selective modernization that enables farming communities to maintain cultural identity and fundamental values without rejecting technological advancement. Keywords: cultural revitalization, mitembeyan ritual, local wisdom, traditional agriculture, digital media. 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

etnika

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences Other

Description

Jurnal Budaya Etnika merupakan publikasi hasil karya ilmiah yang berkaitan dengan budaya mencakup cipta, karsa, dan karya manusia. Jurnal Budaya Etnika menaruh perhatian pada artikel-artikel hasil kajian mengenai berbagai kebudayaan etnis yang berhubungan dengan seni, religi dan ritual, mitos, ...