Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan nilai tukar terhadap pembiayaan pada Bank BRI Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda berbasis data time series tahunan periode 2009–2021. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan Bank BRI Syariah, Badan Pusat Statistik, dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi dan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan Bank BRI Syariah. Secara parsial, inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan, sedangkan nilai tukar berpengaruh signifikan positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas makroekonomi, khususnya nilai tukar, memiliki peran penting dalam menjaga kinerja pembiayaan perbankan syariah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi manajemen bank syariah dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pembiayaan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi makro.
Copyrights © 2025