Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri, sehingga berpeluang dikembangkan dalam bentuk sediaan topikal. Untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan penggunaan, ekstrak etanol daun belimbing wuluh diformulasikan dalam bentuk gel dengan kombinasi basis HPMC dan Na-CMC yang memengaruhi sifat fisik sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengoptimalkan gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh menggunakan desain campuran Simplex Lattice Design dengan delapan formula kombinasi HPMC–Na-CMC pada total konsentrasi basis 3%. Evaluasi dilakukan terhadap respon pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil optimasi menunjukkan bahwa rasio HPMC : Na-CMC sebesar 50% : 50% dari total basis 3% (1,5% : 1,5%) merupakan formula optimum dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan, yaitu pH 6,03; daya sebar 5,64 cm; dan daya lekat 8,37 detik. Uji verifikasi formula optimum menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) antara nilai prediksi dan nilai aktual, yang menandakan bahwa model mampu memprediksi respon secara akurat. Dengan demikian, gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh dengan kombinasi HPMC dan Na-CMC tersebut berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal berbahan alam yang efektif dan stabil.
Copyrights © 2025