Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Asam Hialuronat Terhadap Stabilitas Fisik Coenzym Q10 Dalam Sistem Nanostructure Lipid Carrier (NLC) Sebagai Antiaging Sarifuddin, Nurhidayah; Soerarti, Widji; Rosita, Noorma
Archives Pharmacia Vol 7, No 2 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i2.9933

Abstract

Koenzim Q10 berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Asam hialuronat dikenal sebagai polimer hidrofilik yang berasal dari polisakarida yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan penetrasi perkutan dengan mengubah komposisi sel stratum korneum yang tersusun rapat sehingga meningkatkan permeabilitas kulit. Asam hialuronat juga berfungsi sebagai pelembab. Nanostructured Lipid Carrier merupakan modifikasi dari sistem SLN, yang terdiri dari campuran lipid padat dan cair (minyak), distabilkan dengan larutan surfaktan berair, merupakan salah satu metode untuk meningkatkan penetrasi obat melalui stratum korneum karena memiliki beberapa keunggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan asam hialuronat terhadap stabilitas fisik  Nanostructure Lipid Carrier (NLC) sebagai anti penuaan. Pemeriksaan stabilitas fisik meliputi pH, ukuran partikel, indeks polidispersitas dan viskositas. Uji stabilitas fisik (pH, ukuran partikel dan indeks polidispersitas dan viskositas) dilakukan dengan penyimpanan selama 30 hari pada suhu kamar. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pH, ukuran partikel, indeks polidispersitas dan viskositas stabil selama penyimpanan.
Optimasi Gel Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan Kombinasi HPMC dan Na-Cmc Menggunakan Metode Simplex Lattice Design Sarifuddin, Nurhidayah; Amalia, Shinta Dewi Gita; Pertiwi, Ratih Dyah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1057

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri, sehingga berpeluang dikembangkan dalam bentuk sediaan topikal. Untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan penggunaan, ekstrak etanol daun belimbing wuluh diformulasikan dalam bentuk gel dengan kombinasi basis HPMC dan Na-CMC yang memengaruhi sifat fisik sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengoptimalkan gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh menggunakan desain campuran Simplex Lattice Design dengan delapan formula kombinasi HPMC–Na-CMC pada total konsentrasi basis 3%. Evaluasi dilakukan terhadap respon pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil optimasi menunjukkan bahwa rasio HPMC : Na-CMC sebesar 50% : 50% dari total basis 3% (1,5% : 1,5%) merupakan formula optimum dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan, yaitu pH 6,03; daya sebar 5,64 cm; dan daya lekat 8,37 detik. Uji verifikasi formula optimum menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) antara nilai prediksi dan nilai aktual, yang menandakan bahwa model mampu memprediksi respon secara akurat. Dengan demikian, gel ekstrak etanol daun belimbing wuluh dengan kombinasi HPMC dan Na-CMC tersebut berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal berbahan alam yang efektif dan stabil.