Program READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative) pada petani kakao di Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan adopsi teknologi budidaya. Hasil evaluasi menggunakan model CIPP menunjukkan kinerja program berada pada kategori “baik”, dengan kontribusi signifikan terhadap produktivitas dan partisipasi petani, meskipun aspek monitoring dan pelibatan pemangku kepentingan masih perlu diperkuat. Analisis SWOT melalui IFAS dan EFAS menempatkan posisi program pada kuadran I (agresif), sehingga strategi pertumbuhan dinilai paling sesuai. Strategi S–O dimanfaatkan untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas pasar, strategi S–T dan W–O diarahkan untuk menghadapi tantangan eksternal dan mengatasi kelemahan internal, sedangkan strategi W–T difokuskan sebagai antisipasi jangka panjang. Rekomendasi mencakup prioritisasi strategi S–O dalam perencanaan pembangunan pertanian daerah, fasilitasi regenerasi petani muda berbasis teknologi digital dan pelatihan kewirausahaan, penguatan kelembagaan tani, serta kolaborasi multipihak guna mendorong inovasi dan keberlanjutan agribisnis kakao.
Copyrights © 2025