Kelapa Cungap Merah adalah komoditas unggulan Kabupaten Serang dengan karakteristik unik dan harga jual tinggi. Namun, budidaya konvensional diduga menyebabkan inefisiensi pemanfaatan faktor produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani Kelapa Cungap Merah di Ciomas, Serang, dengan harapan petani dapat mengoptimalkan usahatani dan meningkatkan pendapatan. Data diperoleh melalui sensus petani Kelapa Cungap Merah yang aktif dalam kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan budidaya masih tradisional dengan pola tanam polikultur, dan hama menjadi tantangan utama di fase pembibitan. Secara simultan, lahan, bibit, pupuk kandang, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi. Pupuk kandang berpengaruh signifikan secara parsial. Penggunaan bibit, air, dan pupuk kandang belum efisien, sementara lahan dan tenaga kerja tidak efisien. Peningkatan produktivitas berdampak positif pada pendapatan petani, menyumbang 31% dengan rata-rata Rp. 3.630.455. Optimalisasi faktor-faktor produksi berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.
Copyrights © 2025