Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sosialisasi Pembuatan KTP Digital di Universitas Balikpapan Indrayani; Rahmat; Suherna; Joni Sasmito
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue Oktober 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3397

Abstract

Service quality is defined as the comparison between the current available service quality and the expected service quality. According to articles 34 paragraph (3) and (4) of the 1945 Constitution, the government is responsible for providing public services in Indonesia for the legal security related to public services. Digital Identity Card services related to civil registration and population administration are one form of public service provided by the government to the public. Balikpapan University collaborates with the Department of Population and Civil Registration to conduct socialization activities for the issuance of Digital Identity Cards at Balikpapan University as a form of community service.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE Makhrajani Majid; Suherna; Haniarti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.473 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i1.99

Abstract

Penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang sebesar 8.7%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada periode remaja hingga dewasa, seseorang memerlukan asupan gizi yang seimbang. Akan tetapi karena adanya keinginan memiliki tubuh yang ideal menyebabkan periode tersebut rentan terhadap pembatasan asupan makan. Pengetahuan yang baik mengenai gizi dapat mempengaruhi asupan makan seseorangan sehingga akan berdampak pula terhadap status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan tingkat penegtahuan gizi, body image, asupan energi dan status gizi pada mahasiswa gizi dan non gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare. Penelitian ini menggunakan cross sectional. Lokasi penelitian ini dilakukan di dalam dan diluar Kampus II Universitas Muhammadiyah Parepare. Populasinya adalah semua mahasiswz Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare yaitu mahasiswa gizi dan non gizi dengan metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah 82 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Pengetahuan Gizi mempunyai perbedaan antara mahasiswa gizi dan non gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p (Value) = 0,000 yang berarti lebih kecil dari α-value (0,05), sedangkan body image (dengan nilai p = 0,049 > 0,05 berarti tidak ada perbedaan), asupan energi (dengan nilai p = 0,346 > 0,05 berarti tidak ada perbedaan), dan status gizi (dengan nilai p = 2,916 > 0,05 berarti tidak ada perbedaan) terhadap mahasiswa gizi dan non gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare.
Sosialisasi Pembuatan KTP Digital di Universitas Balikpapan Indrayani; Rahmat; Suherna; Joni Sasmito
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue Oktober 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3397

Abstract

Service quality is defined as the comparison between the current available service quality and the expected service quality. According to articles 34 paragraph (3) and (4) of the 1945 Constitution, the government is responsible for providing public services in Indonesia for the legal security related to public services. Digital Identity Card services related to civil registration and population administration are one form of public service provided by the government to the public. Balikpapan University collaborates with the Department of Population and Civil Registration to conduct socialization activities for the issuance of Digital Identity Cards at Balikpapan University as a form of community service.
PENGARUH MARKETING MIX 4P TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI PILONA COFFEE TANGERANG Athiyyah, Nasywa; Suherna; Bukhari, Ahmad; Yeni Budiawati
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.42854

Abstract

Kopi merupakan komoditas potensial dalam sektor agribisnis, khususnya melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis kedai kopi di Indonesia, terutama di Tangerang, berkembang pesat. Pilona Coffee, sebagai UMKM lokal di tengah persaingan ketat, perlu menerapkan strategi pemasaran yang efektif agar usahanya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran (4P), yaitu Produk, Harga, Tempat, dan Promosi terhadap keputusan pembelian konsumen di Pilona Coffee, baik secara parsial maupun simultan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan secara daring dan luring dengan proporsi 50:50 dari 90 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposif sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 21. Hasil uji t menunjukkan bahwa Produk, Harga, dan Tempat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan Promosi tidak. Secara simultan, ke empat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Tempat merupakan faktor yang paling dominan, menekankan pentingnya lokasi strategis dan kenyamanan dalam menarik minat beli konsumen. Nilai koefisien determinasi (R-Square) sebesar 0,311 menunjukkan bahwa bauran pemasaran menjelaskan 31,1% variasi keputusan pembelian, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti cakupan geografis terbatas, ketergantungan pada kejujuran responden, dan periode waktu tertentu. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif di wilayah dan kondisi berbeda.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI KELAPA CUNGAP MERAH DI KECAMATAN CIOMAS KABUPATEN SERANG Nursafitri, Ditya; Yeni Budiawati; Suherna
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.42861

Abstract

Kelapa Cungap Merah adalah komoditas unggulan Kabupaten Serang dengan karakteristik unik dan harga jual tinggi. Namun, budidaya konvensional diduga menyebabkan inefisiensi pemanfaatan faktor produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani Kelapa Cungap Merah di Ciomas, Serang, dengan harapan petani dapat mengoptimalkan usahatani dan meningkatkan pendapatan. Data diperoleh melalui sensus petani Kelapa Cungap Merah yang aktif dalam kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan budidaya masih tradisional dengan pola tanam polikultur, dan hama menjadi tantangan utama di fase pembibitan. Secara simultan, lahan, bibit, pupuk kandang, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi. Pupuk kandang berpengaruh signifikan secara parsial. Penggunaan bibit, air, dan pupuk kandang belum efisien, sementara lahan dan tenaga kerja tidak efisien. Peningkatan produktivitas berdampak positif pada pendapatan petani, menyumbang 31% dengan rata-rata Rp. 3.630.455. Optimalisasi faktor-faktor produksi berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.
Pengaruh Persepsi Wajib Pajak, Sosialiasi Perpajakan, dan Pemahaman Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Medan Suherna; Antoni Ludfi Arifin
Jurnal Pajak Vokasi (JUPASI) Vol. 7 No. 2: Maret 2026
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membayar pajak bukan hanya kewajiban hukum tetapi juga merupakan hak setiap warga negara untuk ikut serta dalam pembiayaan negara dan pembangunan nasional, menurut falsafah hukum perpajakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi wajib pajak, sosialiasi perpajakan dan pemahaman perpajakan secara simultan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibagikan kepada responden yang menjadi sampel penelitian, yaitu pelaku usaha UMKM yang berjumlah 100 orang. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengolahan data dilakukan melalui analisis regresi linier berganda. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak, sosialisasi perpajakan dan pemahaman perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, yang dapat dilihat dari nilai t hitung masing-masing variabel lebih besar daripada t tabel dan nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05. Besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak, adalah persepsi wajib pajak 16,4%, sosialisasi perpajakan 43,9%, pemahaman perpajakan 53,3%, sedangkan secara simultan sebesar 76,4%. Ini menunjukkan jika persepsi wajib pajak, sosialisasi perpajakan dan pemahaman perpajakan semakin baik maka tingkat kepatuhan wajib pajak akan semakin tinggi. Kata Kunci: Persepsi Wajib Pajak; Sosialisasi Perpajakan; Pemahaman Perpajakan; Kepatuhan Wajib Pajak.
SOSIALISASI PENTINGNYA K3 DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BHAKTI INDONESIA Wahyuni, Sri; Suherna; Saputra, Dharma; Swandito, Adji
EUNOIA Vol 2 No 1 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Socialization is also an individual learning process in social life, life that is guided by norms. Norms are rules, principles, levels or standards that are fully accepted by society to regulate daily life and behavior, so that life feels safe and enjoyable. The norms themselves are still divided into several types such as religious norms, moral norms, legal norms and customs. this community service activity has had a good impact such as understanding and knowledge about OSH, workers now apply OSH while working and use the specified PPE so that workers will feel safe, comfortable and can prevent Occupational Accidents (KAK). Occupational safety is the most important aspect of work. The use of personal protective equipment can protect all or part of the body against possible potential hazards/work accidents, and reduce the risk of disease due to accidents. Fire extinguishing is carried out according to the type of fire that occurs. Extinguishers must always be checked periodically. The methodology for this community service activity is in the form of socialization on Occupational Safety and Health (K3) given to the Bhakti Indonesia Vocational High School aimed at students so that this socialization can add insight into the importance of maintaining safety and health while working and can be applied onwards by workers.
SOSIALISASI PENTINGNYA K3 DI PT DIFARMA ANUGRA TEHNIK Siboro, Impol; Suherna; Pongky, Patunru; Adolf Liku, James Evert; Zainul, L.M
EUNOIA Vol 2 No 1 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Socialization is the process of transferring ideas or ideas from society to individuals. This idea will be accepted by individuals for the learning process and to recognize social values ​​that exist in society. These ideas about normal and social values ​​will shape individual behavior in accordance with the demands in society. K3 stands for Occupational Health and Safety, which is a policy product used by the government and business actors to prevent accidents at work and reduce the risk of work-related accidents. A work accident is a series of events or a work accident that occurs as a result of workers carrying out work and is also caused by factors or potential hazards that are interrelated (Herdianti and Hamdani) K3 targets are: Ensuring worker safety, Ensuring the safety of the tools used, Ensuring a safe and smooth production process. The norms that must be understood in K3 are: Rules relating to occupational safety and health, applied to protect workers, risks of occupational accidents and diseases. The purpose of the norms: so that there is a balance on the part of the company to ensure the safety of workers. Barriers from the workers/community side: Workers' demands are still on basic needs. Many workers do not demand K3 guarantees because human resources are still low. Barriers from the company side: Companies that usually emphasize production or operational costs and increase worker efficiency to generate maximum profits.