Pengelolaan sampah berbasis komunitas menjadi pendekatan strategis untuk mengurangi beban biaya publik, memperkuat ekonomi sirkular, dan menciptakan nilai tambah di tingkat lokal. Artikel ini mengkaji model bank sampah, pusat pemilahan, dan komunitas daur ulang sebagai kelembagaan ekonomi yang mengintegrasikan partisipasi warga, insentif, dan tata kelola operasional. Analisis difokuskan pada mekanisme rantai nilai, struktur biaya, serta peluang pendapatan dari material daur ulang, kompos, dan kemitraan sektor swasta. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan program ditentukan oleh kepastian pasar, efisiensi logistik, dan transparansi manajemen. Rekomendasi menekankan penguatan kelembagaan, digitalisasi pencatatan, serta dukungan kebijakan untuk meningkatkan kinerja ekonomi dan dampak sosial-lingkungan. Kata kunci: Pengelolaan sampah berbasis komunitas; Bank sampah; Ekonomi sirkular; Daur ulang; Tata kelola dan insentif
Copyrights © 2025