Isu kepemimpinan non-Muslim di Indonesia telah menjadi perdebatan hangat dalam wacana keagamaan dan politik, terutama di kalangan umat Islam. Perdebatan ini bukan hanya menyangkut aspek politik semata, tetapi juga bersinggungan langsung dengan isu-isu aqidah, terutama terkait prinsip wala' dan bara', serta interpretasi terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits yang berbicara tentang loyalitas dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana umat Islam di Indonesia memahami dan merespons isu pemilihan pemimpin non-Muslim dari perspektif aqidah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur terhadap sumber-sumber primer dan sekunder dalam Islam, ditemukan bahwa perbedaan pandangan muncul karena adanya variasi dalam penafsiran teks keagamaan dan perbedaan mazhab berpikir di kalangan umat Islam. Sebagian kelompok menilai memilih pemimpin non-Muslim sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip aqidah, sedangkan kelompok lain melihatnya dalam konteks kemaslahatan, pluralisme, dan kewarganegaraan. Kajian ini merekomendasikan perlunya dialog intra dan antar umat beragama untuk membangun pemahaman bersama yang seimbang antara nilai-nilai aqidah dan realitas kebangsaan dalam konteks negara demokratis seperti Indonesia.
Copyrights © 2025