Background: Hypertension is a chronic disease often referred to as a "silent killer" because it frequently presents no symptoms while having serious health consequences. Non-pharmacological interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) can be used as alternative methods to help reduce blood pressure. Purpose: To determine the effectiveness of Progressive Muscle Relaxation therapy in lowering blood pressure among families with hypertension. Method: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research subjects consisted of two families in Dusun 6, Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, with members diagnosed with hypertension (blood pressure ≥140/90 mmHg). The intervention consisted of PMR therapy administered for three consecutive days, with each session lasting 15–30 minutes. Results: A decrease in blood pressure following the PMR therapy. In addition to reduced blood pressure, participants also reported alleviation of symptoms such as headaches and palpitations. Conclusion: Progressive Muscle Relaxation therapy is effective in helping to lower blood pressure in families with hypertension and can be considered a non-pharmacological nursing intervention. Keywords: Hypertension; Nursing Care; Non-Pharmacological; Progressive Muscle Relaxation. Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering disebut sebagai "silent killer" karena seringkali tidak menunjukkan gejala namun berdampak serius. Penanganan non-farmakologis seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR) dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi Progressive Muscle Relaxation dalam menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua keluarga di Dusun 6 Kelurahan Sukajaya Lempasing Pesawaran yang memiliki anggota keluarga dengan hipertensi (tekanan darah ≥140/90 mmHg). Intervensi berupa terapi PMR diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15–30 menit setiap sesi. Hasil: Pengukuran menunjukkan penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi PMR. Selain penurunan tekanan darah, subjek juga melaporkan penurunan gejala seperti sakit kepala dan jantung berdebar. Simpulan: Terapi Progressive Muscle Relaxation efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Hipertensi; Progressive Muscle Relaxation; Terapi Non-farmakologis.
Copyrights © 2025