Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Latihan rentang gerak sendi (ROM) untuk menurunkan nyeri sendi pada pasien dengan asam urat tinggi Nurhasanah, Aan; Trismiyana, Eka; Pribadi, Teguh
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.343

Abstract

Background: Gout Arthritis is a disease that attacks the joints and bone tissue by the accumulation of uric acid crystals, causing inflammation. The prevalence of joint disease in Lampung is 7.2 percent. Besides that, gout is one of the 3 biggest diseases in Adijaya village. Range of Motion (ROM) exercises can be used as non-pharmacological therapy in reducing joint pain. Range Of Motion (ROM) can also be used to improve joint mobility. Purpose: To make a report on family nursing care by implementing Range of Motion Exercises (ROM) for joint pain in clients who have gout in families in Adijaya village, Central Lampung district in 2023. Method: This writing uses the case study method with the Family Nursing Care approach with 2 respondents who are in the working area of ​​Adijaya Village. The instruments used were SOP Range Of Motion (ROM), daily ROM exercise observation sheets, and a Numeric Rating Scale pain gauge. The study was conducted from April 28 to April 30 2023 using the method of implementing range of motion exercises (ROM) for 10-15 minutes to reduce joint pain in gout patients. Results: Pain before the intervention was moderate pain (4-6) compared to pain after the intervention became mild pain (1-3). Conclusion: range of motion exercises (ROM) can reduce pain when ROM is done to minimize pain in gout responders.   Keywords: Gout Arthritis; Pain; Range Of Motion (ROM)   Pendahuluan: Gout Arthritis adalah penyakit yang menyerang persendian dan jaringan tulang oleh penumpukan kristal asam urat sehingga menimbulkan peradangan. Prevalensi penyakit sendi di Lampung sebesar 7,2 persen. Selain itu asam urat merupakan salah satu dari 3 penyakit paling besar di Desa Adijaya. Latihan Rentang Gerak atau Range Of Motion (ROM) dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis dalam menurunkan nyeri sendi. Range Of Motion (ROM) juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas sendi. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan Latihan Rentang Gerak (ROM) terhadap nyeri sendi pada klien yang memiliki Asam Urat di keluarga di Desa Adijaya kabupaten Lampung Tengah tahun 2023. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan 2 responden yang berada diwilayah kerja Desa Adijaya. Instrumen yang digunakan yakni SOP Range Of Motion (ROM), lembar observasi latihan harian ROM, dan alat ukur nyeri Numeric Rating Scale. Penelitian dilakukan pada 28 April hingga 30 April 2023 dengan metode penerapan latihan rentang gerak (ROM) 10-15 menit untuk menurunkan nyeri sendi pada pasien asam urat. Hasil: Nyeri sebelum dilakukan intervensi nyeri sedang (4-6) dibandingkan dengan nyeri setelah dilakukan intervensi menjadi nyeri ringan (1-3). Simpulan: latihan rentang gerak (ROM) dapat menurunkan nyeri saat dilakukan ROM dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadi nyeri pada responden asam urat.
SOSIALISASI PENERAPAN METODE RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA SUMBER AGUNG LAMPUNG TENGAH Adelta, Yosi; Keswara, Umi Romayati; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Elliya, Rahma; Wandini, Riska; Triyoso, Triyoso
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.13146

Abstract

Menstruasi atau haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Dan pada masa remaja ini tak jarang mengalami gangguan menstruai seperti dismenorea. Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita - wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan (Winkjosastro, 2016). Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian dismenore cukup tinggi diseluruh dunia. Angka kejadian nyeri menstruasi di seluruh dunia masih sangat banyak, persentase kejadian nyeri menstruasi di dunia rata-rata lebih dari 50% atau berkisar sebesar 15,8-89,5% wanita di setiap negara mengalami nyeri menstruasi. (Widiatami, 2018). Di Indonesia, angka kejadian dismenorhea 64,25 % terdiri dari 54,89 % dismenorhea primer dan 9,36 % dismenorhea sekunder. Selama 50 tahun terakhir tercatat 75 % perempuan mengalami nyeri haid. Biasanya gejala dismenorhea primer terjadi pada perempuan usia produktif dan perempuan yang belum pernah hamil. Dismenorhea sering terjadi pada perempuan yang berusia antara 20 tahun atau pada usia sebelum 25 tahun. Sebanyak 61 % terjadi pada perempuan yang belum menikah (Syamsurita., Ikawati, 2022)  Hasil prasurvey yang dilakukan di Desa Sumber Agung Lampung Tengah dengan jumlah keseluruhan remaja putri sejumlah 10 didapat jumlah remaja putri sebanyak 8 orang yang mengalami nyeri haid di hari pertama. Penggunaan latihan relaksasi progresif merupakan salah satu metode non farmaklogi yang bisa  digunakan untuk penatalaksanaan nyeri. Kata Kunci : Nyeri Menstruasi, Metode Relaksasi Otot Progresif 
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SENAM PROLANIS PADA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI UPTD PSLU TRESNA WERDA NATAR LAMPUNG SELATAN Keswara, Umi Romayati; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Wardiyah, Aryanti; Andoko, Andoko; Slivia, Eka; Elliya, Rahma
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.14752

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering diderita oleh lanjut usia atau lansia. Hal ini terjadi karena lansia mengalami perubahan fisik dan penurunan fungsi  tubuh, hipertensi pada  lansia  apabila tidak ditangani dengan tepat dan dibiarkan begitu saja dapat menimbukan komplikasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah. Untuk memberikan terapi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup yang optimal pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Memberikan penyuluhan dan Selanjutnya dilaksanakan kegiatan senam prolanis secara bersama-sama. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan lansia sebesar 55%. Kesimpulan Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan bahwa 45 responden memiliki riwayat hipertensi. Mayoritas responden di UPTD PSLU Tresna Werdha sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan, terutama kegiatan terapi senam prolanis untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Namun beberapa responden mengalami kesulitan untuk bergerak dikarenakan keterbatasan responden dalam melakukan aktivitas. Saran bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit hipertensi untuk dapat melakukan senam prolanis dengan rutin sehingga dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah.
Hubungan Pengetahuan dengan Stigma Masyarakat Terhadap Penderita Penyakit Kusta di Desa Karyamukti Wilayah Kerja Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Trismiyana, Eka; Triyoso, Triyoso; Hidayat, Taufiq
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15142

Abstract

ABSTRACT Leprosy is an infectious disease caused by a bacterium. It affects the peripheral nerves, skin, mucous membranes (mouth), upper respiratory tract, reticuloendothelial system, eyes, muscles, bones, and testes. There are two types of leprosy, namely wet type MB (Multi Bacillary) and dry type PB (Pasui Bacillary). This disease remains problematic in Indonesia with 403 new cases reported in 2021. While in Lampung Province, there were 122 patients with a prevalence rate of 0.20 per 10,000 population in 2021. Especially in East Lampung Regency, there were 14 new cases reported in 2021, with a prevalence rate of 0.2 per 10,000 population. This study was to determine the relationship between knowledge and community stigma towards leprosy patients in Karya Mukti Village, working area of Sekampung Primary Health Center, East Lampung Regency in 2023. This study used a quantitative approach with an analytical survey design using a cross-sectional approach. The population of this study included all residents in Karya Mukti Village, totaling 1,200 families. The sample size of 300 families determined using random sampling technique. The data were analysed using the Chi-Square statistical test. Based on the frequency data, 40 (13.3%) respondents had good knowledge about leprosy, while 260 (86.7%) respondents had poor knowledge. Regarding the frequency of community stigma towards leprosy patients, 138 (46.0%) showed positive stigma, and 162 (54.0%) showed negative stigma. The Chi-Square test resulted in a p-value of 0.001 (<0.05) with an Odd Ratio of 3.182. There is a relationship between knowledge and community stigma towards leprosy patients (p-value 0.001, OR 3.182) in Karya Mukti Village, working area of Sekampung Primary Health Center of East Lampung Regency in 2023. It is recommended for the primary health center to enhance community activities by providing health education to improve awareness among the community about leprosy, particularly regarding the transmission process. By understanding how leprosy is transmitted, the community can overcome negative perceptions and fear associated with the disease, which has long been considered dangerous. Keywords: Knowledge, Stigmatization, and Leprosy ABSTRAK Kusta merupakan jenis penyakit menular melalui kuman, Penyakit ini menyerang syaraf tepi, kulit, mukosa (mulut), saluran pernapasan bagian atas, sistem retikulo endotelia, mata, otot, tulang, dan testis. dan ada 2 jenis penyakit kusta yaitu kusta basah tipe MB (Multi Bacillary), kusta kering tipe PB (Pasui Bacillary) yang masih menjadi permasalahan di Indonesia sebanyak 4,03 kasus baru pada th 2021 dan diprovinsi lampung sebanyak 122 penderita dengan angka prevelensi 0,20 per 10.000 penduduk tahun 2021 khususnya di Kabupaten Lampung Timur Pada tahun 2021 terdapat penemuan kasus baru yang menderita penyakit kusta sebanyak 14 penderita dengan angka prevelensi 0,2 per 10.000 penduduk. Diketahui Hubungan Pengetahuan Dengan Stigma Masyarakat Terhadap Penderita Kusta Di Desa Karya Mukti Wilayah Kerja Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang ada di Desa Karyamukti sebanyak 1200 Kepala Keluarga (KK) deangan jumlah sempel 300 Kepala Keluarga (KK). Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Analysis data menggunakan uji statistik Chi Square. Berdasarkan data frekuensi pengetahuan tentang penyakit kusta berpengetahuan baik 40 (13.3%), berpengetahuan kurang 260 (86.7%) dan data frekuensi stigma masyarakat terhadap penderita penyakit kusta stigma positif 138 (46.0%), stigma negatif 162 (54.0%). Hasil uji Chi-square didapatkan nilai p value 0.001 (<0.05) dengan Odd Ratio 3.182. Adanya hubungan pengetahuan dengan stigma masyarakat terhadap penderita penyakit kusta (p value 0.001. OR 3.182) di Desa Karyamukti Wilayah Kerja Puskesmas Sekampung Lampung Timur tahun 2023. Bagi pihak Puskesmas disarankan meningkatkan kegiatan bagi masyarakat dengan cara memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit kusta khususnya proses penularan penyakit kusta. Sehingga dengan mengetahui penularan penyakit kusta, masyarakat tidak lagi memiliki anggapan negatif dan takut dengan penyakit kusta yang selama ini dianggap sebagai penyakit yang berbahaya. Kata Kunci: Pengetahuan, Stigmatisasi, dan Kusta
Latihan rentang gerak sendi (ROM) untuk menurunkan nyeri sendi pada pasien dengan asam urat tinggi Nurhasanah, Aan; Trismiyana, Eka; Pribadi, Teguh
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): July Edition 2023: Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.343

Abstract

Background: Gout Arthritis is a disease that attacks the joints and bone tissue by the accumulation of uric acid crystals, causing inflammation. The prevalence of joint disease in Lampung is 7.2 percent. Besides that, gout is one of the 3 biggest diseases in Adijaya village. Range of Motion (ROM) exercises can be used as non-pharmacological therapy in reducing joint pain. Range Of Motion (ROM) can also be used to improve joint mobility. Purpose: To make a report on family nursing care by implementing Range of Motion Exercises (ROM) for joint pain in clients who have gout in families in Adijaya village, Central Lampung district in 2023. Method: This writing uses the case study method with the Family Nursing Care approach with 2 respondents who are in the working area of ​​Adijaya Village. The instruments used were SOP Range Of Motion (ROM), daily ROM exercise observation sheets, and a Numeric Rating Scale pain gauge. The study was conducted from April 28 to April 30 2023 using the method of implementing range of motion exercises (ROM) for 10-15 minutes to reduce joint pain in gout patients. Results: Pain before the intervention was moderate pain (4-6) compared to pain after the intervention became mild pain (1-3). Conclusion: range of motion exercises (ROM) can reduce pain when ROM is done to minimize pain in gout responders.   Keywords: Gout Arthritis; Pain; Range Of Motion (ROM)   Pendahuluan: Gout Arthritis adalah penyakit yang menyerang persendian dan jaringan tulang oleh penumpukan kristal asam urat sehingga menimbulkan peradangan. Prevalensi penyakit sendi di Lampung sebesar 7,2 persen. Selain itu asam urat merupakan salah satu dari 3 penyakit paling besar di Desa Adijaya. Latihan Rentang Gerak atau Range Of Motion (ROM) dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis dalam menurunkan nyeri sendi. Range Of Motion (ROM) juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas sendi. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan Latihan Rentang Gerak (ROM) terhadap nyeri sendi pada klien yang memiliki Asam Urat di keluarga di Desa Adijaya kabupaten Lampung Tengah tahun 2023. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan 2 responden yang berada diwilayah kerja Desa Adijaya. Instrumen yang digunakan yakni SOP Range Of Motion (ROM), lembar observasi latihan harian ROM, dan alat ukur nyeri Numeric Rating Scale. Penelitian dilakukan pada 28 April hingga 30 April 2023 dengan metode penerapan latihan rentang gerak (ROM) 10-15 menit untuk menurunkan nyeri sendi pada pasien asam urat. Hasil: Nyeri sebelum dilakukan intervensi nyeri sedang (4-6) dibandingkan dengan nyeri setelah dilakukan intervensi menjadi nyeri ringan (1-3). Simpulan: latihan rentang gerak (ROM) dapat menurunkan nyeri saat dilakukan ROM dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadi nyeri pada responden asam urat.
Peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga Lutfianawati, Dewi; Rilyani, Rilyani; Trismiyana, Eka; Sutikno, Sutikno; Roby, Muhammad; Daniati, Mutiara Ayu; Mustika, Ria
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.257

Abstract

Background: The prevalence of children's nutritional problems is still high, not only the lack of nutritional problems resulting in children stunting and underweight, and more nutrients that cause obesity and diabetes. One of the causes of nutritional problems is ignorance about healthy menu and lack of awareness of nutrient Purpose: This activity aims to improve the knowledge of mothers on balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition. Education is held in Panjang Selatan. The subjects that followed the activities amounted to 25 mothers -housewives. Methods: This activity consists of 3 stages including  preparation stage, implementation stage and interview stage. Data is obtained from pretest results and post tests and discussions. Results: From this activity is an increase in the knowledge of the mother about balanced nutrition in the fulfillment of family nutrition, there is an increase from 12 percent to 76 percent. Conclusion: With this activity there was a significant increase in knowledge for housewives in Panjang selatan village about balanced nutrition.   Pendahuluan: Prevalensi masalah gizi anak masih tinggi, tidak hanya masalah gizi kurang yang mengakibatkan anak –anak stunting dan berat badan di bawah normal, dan gizi lebih yang menyebabkan obesitas dan diabetes. Salah satu penyebab permasalahan gizi yaitu ketidaktahuan mengenai menu sehat dan kurangnya kesadaran akan kadar gizi (Keluarga sadar gizi). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga. PKM dilaksanakan di Desa Panjang Selatan. Subjek yang mengikuti kegiatan berjumlah 25 ibu –ibu rumah tangga. Metode: Metode dari kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap wawancara. Data diperoleh dari hasil pretest dan post tes dan diskusi. Hasil: Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dalam pemenuhan gizi keluarga, terjadi peningkatan dari 12 persen menjadi 76 persen. Simpulan: Dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan untuk ibu-ibu rumah tangga di Desa Panjang Selatan mengenai gizi seimbang.
Efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia dengan hipertensi Adha, Adinda Wulan; Keswara, Umi Romayati; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.410

Abstract

Background: Hypertension is an abnormality in systolic blood pressure >140 and diastolic >90 mmHg in the arteries that continues to increase. Hypertension is usually not realized by sufferers. The prevalence rate of hypertension in Indonesia is getting higher, so it is necessary to treat it using Slow Deep Breathing therapy. Purpose: To determine the effectiveness of slow deep breathing therapy in the care of elderly with hypertension. Method: Qualitative descriptive research with a nursing case study approach discusses assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. This case study was carried out on two patients by exploring the application of slow deep breathing therapy by nurses to hypertensive elderly people to reduce the blood pressure of elderly people in Suka Jaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Slow Deep Breathing therapy is done by inhaling for 3 seconds and exhaling for 3 seconds. This therapy is carried out 6 times/minute for 15 minutes with a total of 90 deep breaths, frequency 2 times a day (morning and evening), and is carried out for 3 days. Results: Giving Slow Deep Breathing therapy to Mrs. S, the blood pressure before therapy was 155/90 mmHg and after therapy was 130/80 mmHg, whereas for Mr. So that the level of fatigue in Mrs. S and pain in Mr. H decreased. Conclusion: Slow Deep Breathing therapy can effectively reduce the blood pressure of hypertension sufferers.   Keywords: Elderly; Hypertension; Slow Deep Breathing.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan keabnormalan tekanan darah sistolik >140 dan diastolik >90 mmhg dalam pembuluh darah arteri yang terus menerus meningkat. Hipertensi biasanya tidak disadari penderita. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia semakin tinggi maka perlu penanganan menggunakan terapi Slow Deep Breathing. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia  dengan hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan membahas tentang pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan kepada dua orang pasien dengan mengeksplorasi penerapan terapi slow deep breathing oleh perawat pada lansia hipertensi untuk menurunkan tekanan darah lansia di Desa Suka Jaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Terapi Slow Deep Breathing dilakukan dengan 3 detik menarik nafas dan 3 detik membuang nafas. Terapi ini dilakukan sebanyak 6 kali/menit selama 15 menit dengan jumlah total 90 kali tarik nafas dalam, frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore), dan dilakukan selama 3 hari. Hasil: Pemberian terapi Slow Deep Breathing Ny.S didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 155/90 mmhg dan setelah terapi yaitu 130/80 mmhg, sedangkan pada Tn.H didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 150/90 dan setelah terapi yaitu 140/90 mmhg. Sehingga tingkat kelelahan pada Ny.S dan nyeri Tn.H mengalami penurunan. Simpulan: Terapi Slow Deep Breathing efektif dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Slow Deep Breathing.
Penerapan teknik buteyko breathing exercise terhadap pernapasan SPO2 pada klien bronkopneumonia dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif Dalimunthe, Najamudin; Trismiyana, Eka; Djamaludin, Djunizar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1285

Abstract

Background: Pneumonia remains the fifth leading cause of death worldwide. Indonesia accounts for 28 deaths per 100,000 people annually. Most confirmed cases are in adults aged 45-65 years (18%) and children aged 0-4 years (14.4%). Data from South Lampung in 2022 showed 972 cases of pneumonia. Purpose: To provide geriatric nursing care to clients with bronchopneumonia who experience ineffective breathing patterns, using the Buteyko breathing exercise technique. Method: This descriptive case study design involved two subjects, each with an ineffective breathing pattern. The study was conducted at the Branti Raya Natar Community Health Center in South Lampung. Patients received non-pharmacological nursing care with Buteyko breathing exercises, performed three times daily (morning, afternoon, and evening) for four weeks. Results: Nursing management of ineffective breathing patterns with the application of Buteyko breathing exercise techniques that the author carried out for 3 days on bronchopneumonia patients with ineffective breathing patterns in both clients was resolved, as evidenced by the normal breathing frequency of clients Mr. K and Mr. S and during the second procedure the clients were cooperative. Conclusion: There is an effect of the application of the Buteyko breathing exercise technique in reducing the breathing frequency in bronchopneumonia patients.   Keywords: Bronchopneumonia; Buteyko Breathing Exercise; Ineffective Breathing Pattern.   Pendahuluan: Pneumonia saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian yang menempati nomor lima di dunia. Terdapat 28 kematian per 100.000 penduduk di Indonesia setiap tahunnya. Sebagian besar di antara kasus terkonfirmasi adalah orang dewasa usia 45-65 tahun (18%) dan anak-anak usia 0-4 tahun (14.4%). Data di Lampung Selatan tahun 2022 mendapatkan data pneumonia sebanyak 972 kasus. Tujuan: Untuk melakukan asuhan keperawatan gerontik pada klien bronkopneumonia dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif dengan penerapan teknik buteyko breathing exercise. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus menggunakan 2 subjek yaitu orang yang mengalami masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Tempat penelitian dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Branti Raya Natar Lampung Selatan. Pasien diberikan asuhan keperawatan terapi non farmakologi dengan latihan pernapasan buteyko dilaksanakan 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam) selama 4 minggu. Hasil: Pengelolaan keperawatan pola nafas tidak efektif dengan  penerapan  tindakan  keperawatan teknik buteyko breathing exercise yang  penulis  lakukan  selama  3  hari  pada pasien bronkopneumonia dengan masalah pola nafas tidak efektif kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Tn. K dan Tn. S frekuensi nafasnya normal dan selama tindakan kedua klien kooperatif. Simpulan: Terdapat pengaruh penerapan teknik buteyko breathing exercise untuk mengurangi frekuensi nafas pada pasien bronkopneumonia.   Kata Kunci     : Bronkopneumonia; Buteyko Breathing Exercise; Pola Nafas Tidak Efektif.
The psychological impact of exposure to floods among adolescents Sari, Putri Melinda; Trismiyana, Eka; Winarno, Rudi
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): October Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i3.1438

Abstract

Background: Floods are the most common natural disaster in the world, dominating with 163 incidents or 50.77% in 2023. Based on the Indonesian Disaster Index (IDI) data, 8.331 flood disasters occurred in Indonesia from 2014 to 2023. Meanwhile, the National Disaster Management Agency (NDMA) recorded 16 flood incidents in the Bandar Lampung area over the past 10 years. This disaster not only causes damage to infrastructure but also instills anxiety among students, which has the potential to affect their level of preparedness. Therefore, it is very important to understand the relationship between anxiety and the preparedness of adolescents. Purpose: To determine the psychological impact of flood exposure on adolescents. Method: A Descriptive Correlational research type with a Cross Sectional approach, employing a quantitative method design with a Descriptive Correlation design. The respondents in this study are students at Junior High School 27 Bandar Lampung with a population of 469 students. The total sample obtained using Proportionate Stratified random sampling technique is 216 respondents. Results: Out of 87 students with anxiety, there were 78 (89.7%) respondents who were not prepared and 9 (10.3%) respondents who were prepared to face floods. Meanwhile, out of 129 respondents without anxiety, there were 80 (62.0%) respondents who were not prepared and 49 (38.0%) respondents who were prepared to face flood disasters. The chi-square test results showed a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: Adolescence, as a dynamic transitional phase, is a crucial period for developing awareness, resilience, and preparedness in the face of disasters such as floods. Findings indicate a significant relationship between anxiety and preparedness, with adolescents experiencing anxiety being five times more likely to be unprepared than those without anxiety. Keywords: Adolescents; Anxiety; Preparedness.
The effect of disaster management education on citizen preparedness facing floods Pabio, Pabio Leo capilo; Novikasari, Linawati; Winarno, Rudi; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i4.1441

Abstract

Background: Natural disasters, especially floods, have become a crucial issue in Indonesia. Indonesia's geographical position as an archipelagic country that crosses the equator makes it vulnerable to high rainfall, which often triggers hydrometeorological disasters such as floods. Purpose: To determine the influence of health education about flood first aid on the mental readiness of the community in facing disasters. Method: A quantitative design with a quasi-experimental approach type one group pre-test post-test design. The research sample consisted of 30 respondents selected from 85 heads of families in RT 03 Nyunyai Village. Data was collected using a validated questionnaire. Data analysis included univariate analysis, normality test with Kolmogorov-Smirnov, and bivariate analysis with t-test. Results: A significant increase in knowledge and skills after being given health education interventions. The average score of knowledge and skills increased from 11.60 on the pre-test to 15.47 on the post-test. The results of the t-test proved a significant influence with a p-value of 0.000 (< 0.05). Conclusion: Health education has a significant influence in increasing the knowledge and preparedness of the people of Nyunyai Village regarding first aid during floods. Keywords: Communities; First Aid; Floods; Health Education; Preparedness.