Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease with increasing prevalence in Indonesia. Despite the importance of glycemic control adherence in elderly patients, many remain non-adherent, putting them at risk of serious complications. Purpose: To analyze factors influencing glycemic control adherence in elderly T2DM patients. Method: A cross-sectional analytical survey involving 68 elderly patients aged ≥60 years with T2DM seeking treatment at the Panghegar Community Health Center was conducted in September 2025. Data were collected using a validated questionnaire measuring knowledge, attitudes, family support, accessibility of healthcare services, and adherence using a Likert scale (1–5). Bivariate (Chi-Square) and multivariate (logistic regression) analyses were performed to identify factors predicting adherence. Results: Family support (OR=3.2, p=0.01) and healthcare accessibility (OR=2.8, p=0.03) were independent predictors of high adherence after controlling for age, disease duration, and treatment type. Medication adherence was strong (4.13/5), while exercise adherence remained weak (3.31/5). Conclusion: Knowledge, positive attitudes, family support, and healthcare accessibility significantly predicted adherence to T2DM management in the elderly population. Keywords: Adherence; Elderly; Knowledge; Family Support; Healthcare Accessibility; Type 2 Diabetes Mellitus. Pendahuluan: Diabetes Melitus tipe 2 (T2DM) adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang meningkat di Indonesia. Meskipun pentingnya kepatuhan pengendalian glikemik pada pasien lanjut usia, banyak yang tetap tidak patuh, sehingga berisiko mengalami komplikasi serius. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengendalian glikemik pada pasien T2DM lanjut usia. Metode: Survei analitik potong lintang yang melibatkan 68 pasien lanjut usia berusia ≥60 tahun dengan T2DM yang berobat di Puskesmas Panghegar yang dilakukan pada bulan September 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi yang mengukur pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, aksesibilitas pelayanan kesehatan, dan tingkat kepatuhan menggunakan skala Likert (1–5). Analisis bivariat (Chi-Square) dan multivariat (regresi logistik) dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi kepatuhan. Hasil: Dukungan keluarga (OR=3.2, p=0.01) dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (OR=2.8, p=0.03) merupakan prediktor independen kepatuhan tinggi setelah mengontrol usia, durasi penyakit, dan jenis pengobatan. Kepatuhan pengobatan kuat (4.13/5), sedangkan kepatuhan olahraga tetap lemah (3.31/5). Simpulan: Pengetahuan, sikap positif, dukungan keluarga, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan secara signifikan memprediksi kepatuhan terhadap manajemen T2DM pada populasi lansia. Kata Kunci: Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan; Diabetes Melitus Tipe 2; Dukungan Keluarga; Kepatuhan; Lansia; Pengetahuan.
Copyrights © 2025