Perkembangan teknologi pada era dominasi Generasi Milenial (Gen Y) dan Generasi Z membawa kemudahan akses informasi, namun juga menimbulkan tantangan terhadap kesehatan mental. Paparan konten media sosial yang menampilkan pencapaian instan memengaruhi pola pikir generasi muda, seperti keinginan hasil cepat, menurunnya kepercayaan diri, serta kebutuhan akan pengakuan. Fenomena ini menuntut adanya manajemen diri yang baik, salah satunya melalui musik sebagai media pengaturan suasana hati dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna dan dampak lagu Tarot karya Feast terhadap pendengar dengan pendekatan pragmatik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan sumber data berupa lirik lagu, dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Tarot mampu membangkitkan empati emosional, mendorong refleksi diri, memperkuat nilai kepercayaan dan kebersamaan, serta memberikan penguatan mental bagi pendengar. Lagu ini merepresentasikan konflik batin manusia dalam hubungan yang penuh kebingungan dan luka, namun tetap menyimpan harapan untuk berubah dan bertahan. Dengan demikian, lagu Tarot tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan motivatif yang relevan bagi generasi muda, khususnya usia 17–30 tahun.
Copyrights © 2026