Berbagai wilayah geografis di dunia, termasuk Indonesia, memiliki potensi risiko gempa tinggi. Keamanan struktural bukan sebatas memastikan keselamatan fisik bangunan sendiri, tetapi juga merupakan aspek kritis dalam memastikan perlindungan terhadap nyawa manusia. Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku struktural bangunan dalam menghadapi beban lateral akibat gempa menjadi sangat penting. Maka diperlukan perhatian khusus terhadap bangunan yang beroperasi pada kondisi darurat, salah satunya yaitu rumah sakit. Tujuan penulisan ini untuk menyelidiki dan menganalisis kinerja struktural bangunan rumah sakit dengan bentuk layout L. Fokus utama penelitian mencakup tiga aspek kunci, yaitu diafragma, kord, dan kolektor. Elemen-elemen tersebut berfungsi sebagai elemen struktural horizontal yang menerima dan mendistribusikan beban lateral ke elemen struktur vertikal. Metode penelitian melibatkan survei literatur dan analisis struktural menggunakan perangkat lunak. Analisis diafragma akan distribusi beban lateral di seluruh bangunan, sedangkan analisis kord akan mengevaluasi kekuatan dan distribusi beban di elemen vertikal. Kolektor akan dianalisis untuk memahami bagaimana sistem struktural menanggulangi gaya lateral. Hasil menunjukkan bahwa pada bangunan kategori risiko yang besar seperti rumah sakit memiliki gaya desain diafragma yang besar akibat pengaruh nilai faktor keutamaan gempanya. gaya desain diafragma terbesar, yaitu Fpx max sebesar 90 kN, terjadi pada lima lantai pertama yang menampung beban hidup besar, seperti area publik dan ruang operasi. Pada lantai 1–12, gaya desain diafragma yang digunakan adalah Fpx min sebesar 45 kN, sedangkan pada lantai 13–15 digunakan gaya Fx (CQC) sebesar 60 kN. Ketebalan pelat lantai 150 mm dengan tulangan D10-200 masih mencukupi kebutuhan tulangan diafragma pada lantai-lantai tersebut. Namun, penggunaan gaya Fpx max membutuhkan penambahan tulangan pada lantai-lantai yang lebih rendah akibat nilai gaya yang jauh lebih besar. Selain itu, analisis terhadap kord dan kolektor menunjukkan bahwa gaya desainnya masih dapat diakomodasi oleh diafragma, meskipun terdapat ketidakberaturan vertikal pada perubahan ketebalan lantai dari 150 mm (lantai 5) ke 130 mm (lantai 6).
Copyrights © 2025