Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi siswa SMU di Labuhanbatu Selatan. Pelatihan diikuti oleh 120 peserta dan dievaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan dokumentasi. CLT digunakan sebagai pendekatan pembelajaran yang menggunakan bahasa dalam konteks nyata, interaksi aktif, dan fungsi komunikasi, bukan sekadar penguasaan tata bahasa. Hasil kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kemampuan bahasa Inggris sebesar 27,3%. Aspek speaking dan listening mengalami peningkatan tertinggi. Distribusi nilai peserta juga menunjukkan pergeseran signifikan dari kategori "Cukup" dan "Kurang" ke "Baik" dan "Sangat Baik". Secara kualitatif, terjadi perubahan positif dalam sikap dan strategi belajar siswa, dari pasif menjadi aktif, dari ketergantungan pada terjemahan menjadi penggunaan bahasa yang fungsional dan kontekstual. Aktivitas seperti pair work, role play, dan task-based learning berhasil mendorong partisipasi dan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris. Dengan demikian, pendekatan CLT terbukti efektif meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa secara menyeluruh dan direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran reguler di sekolah.
Copyrights © 2025