Pembelajaran sejarah di tingkat menengah sering kali masih bersifat konvensional dan kurang menarik bagi siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan apresiasi terhadap sejarah, termasuk sejarah lokal yang kaya nilai edukatif. Di Banda Aceh, para guru sejarah menghadapi tantangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Berdasarkan pemetaan kebutuhan bersama MGMP Sejarah Banda Aceh, ditemukan dua permasalahan utama: rendahnya keterampilan guru dalam membuat media interaktif dan minimnya integrasi sejarah lokal dalam pembelajaran. Untuk menjawab tantangan ini, tim pengabdi dari ISBI Aceh menginisiasi pelatihan pembuatan buku pop-up sebagai media pembelajaran visual-kinestetik yang inovatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah membekali guru sejarah dengan keterampilan teknis dan pedagogis dalam merancang buku pop-up berbasis sejarah lokal, memperkuat identitas kebangsaan, serta mendorong implementasi pembelajaran berbasis proyek (PjBL) sesuai Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan luring, penerapan teknologi sederhana, pendampingan daring, serta evaluasi dan keberlanjutan program melalui pembentukan komunitas kreatif guru sejarah. Luaran yang ditargetkan antara lain: minimal 15 prototipe buku pop-up buatan guru, 1 modul pelatihan cetak dan digital, dokumentasi digital karya, serta skenario PJBL yang siap diterapkan di kelas serta satu artikel pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi edukatif yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di Banda Aceh secara signifikan sekaligus mendukung penguatan materi sejarah lokal agar lebih kontekstual dan relevan bagi siswa di Banda Aceh.
Copyrights © 2026