Ibu rumah tangga memegang peranan penting sebagai pengelola keluarga, tetapi di Indonesia tingkat literasi keuangan dan hak-hak konsumen mereka tergolong rendah. Akibatnya banyak keluarga yang menghadapi masalah, seperti pengelolaan uang yang tidak efektif, tidak punya tabungan, hingga terjebak dalam Pinjaman Online juga menjadi konsumen yang merugi. Ancaman tersebut juga dialami oleh Ibu rumah tangga di Desa Kalimanah Kabupaten Purbalingga, dimana survey awal menunjukan sebagian besar mengaku kesulitan dalam mengelola keuangan bahkan harus mengajukan pinjaman ke berbagai sumber. Maka sangat perlu untuk menyelenggarakan kegitan sosialisasi juga pendampingan Edukasi Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen sebagai bentuk Penguatan Kecerdasan Ekonomi para ibu rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari 3 orang dosen dan 2 orang mahasiswa Universitas Perwira Purbalingga. Pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yakni 1) Sosialisasi, 2) Pendampingan penggunaan aplikasi keuangan dan 3) Evaluasi. Sosialisasi didahului dengan persiapan materi tentang Literasi pengelolaan keuangan dan Literasi tentang perlindungan konsumen bagi ibu rumah tangga, Kedua, dilanjutkan dengan kegiatan sosialiasasi sekaligus memperkenalkan aplikasi pengelolaan keuangan sederhana berbasis smartphone (SEPRAN), diikuti praktik langsung bersama peserta. Diakhiri dengan evaluasi penggunaan aplikasi keuangan setelah satu bulan penggunaan. Hasil evaluasi menunjukan bahwa 80% dari para ibu rumah tangga telah berhasil menggunakan aplikasi “Serpan” memiliki kecenderungan untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik. Ditandai dengan peningkatan kesadaran akan penggunaan uang dan efektifitas manajemen keuangan yang dimiliki, ditandai dengan sisa saldo yang tercatat dimana sebelumnya tidak diketahui oleh para ibu tersebut. Tingginya capaian indikator menunjukan bahwa metode sosialisasi interaktif, praktik langsung, dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan ekonomi.
Copyrights © 2025