Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 15 Oktober 2025 melepaskan abu vulkanik yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran spasial debu vulkanik dan mensimulasikan lintasannya menggunakan integrasi data penginderaan jauh dan pemodelan numerik. Metode yang digunakan meliputi analisis citra satelit Himawari-9 dengan teknik RGB Komposit untuk visualisasi real-time, serta model HYSPLIT untuk simulasi trajektori dan dispersi. Hasil analisis citra satelit mengidentifikasi lima fase aktivitas erupsi mulai pukul 00.00 UTC hingga 11.00 UTC, dengan sebaran visual dominan bergerak ke arah Barat Laut dan Utara. Temuan ini divalidasi dengan simulasi HYSPLIT dan analisis streamline angin yang menunjukkan mekanisme erupsi multi-lapisan. Angin pada lapisan bawah (1.600 m) dan menengah (4.000 m) membawa material vulkanik ke arah Barat dan Barat Laut, sedangkan lapisan atas (9.000 m) cenderung ke Timur Laut. Keselarasan antara observasi satelit dan model dispersi mengonfirmasi bahwa sebagian besar massa erupsi bergerak pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode RGB Himawari-9 dan HYSPLIT efektif untuk pemantauan dan mitigasi dampak abu vulkanik.
Copyrights © 2025