Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pencampuran biomassa kayu jati dengan batu bara terhadap efisiensi termal dan konsumsi bahan bakar pada sistem pembakaran co-firing. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya ketergantungan sektor energi terhadap bahan bakar fosil serta potensi besar limbah biomassa yang belum termanfaatkan secara optimal. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Energi STT Warga Surakarta dengan menggunakan variasi rasio campuran batu bara dan biomassa kayu jati sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap total massa bahan bakar. Parameter utama yang diamati meliputi waktu pendidihan air 1 liter, konsumsi bahan bakar, dan efisiensi termal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi diperoleh pada campuran 100% batu bara, yaitu sebesar 100% menjadi acuan, sedangkan campuran 90% batu bara + 10% biomassa menghasilkan efisiensi 96,5%, dengan konsumsi bahan bakar hanya sedikit meningkat. Penambahan biomassa di atas 20% menyebabkan penurunan efisiensi yang signifikan akibat kandungan air dan nilai kalor biomassa yang lebih rendah. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa co-firing dengan fraksi biomassa hingga 10–15% dapat diterapkan tanpa penurunan performa yang berarti serta berpotensi mengurangi emisi karbon dan biaya operasional.
Copyrights © 2025