Pembelajaran bahasa Arab merupakan proses pedagogis yang menuntut perencanaan bertahap dan sistematis, mengingat kompleksitas bahasa Arab yang mencakup aspek fonologi, morfologi (ṣarf), sintaksis (nahwu), semantik, serta dimensi budaya dan wacana. Oleh karena itu, pembagian tingkatan pembelajaran menjadi ibtida’i (dasar), mutawassiṭah (menengah), dan mutaqaddimah (lanjutan) menjadi kebutuhan mendasar dalam pengembangan kurikulum bahasa Arab. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji konsep, tujuan, metode, materi, serta capaian pembelajaran pada masing-masing tingkatan tersebut secara komprehensif. Metode penulisan yang digunakan adalah kajian deskriptif-analitis dengan menelaah teori pembelajaran bahasa Arab dan praktik pedagogis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada tingkatan ibtida’i pembelajaran difokuskan pada penguasaan dasar-dasar bahasa, seperti huruf hijaiyah, kosakata sederhana, dan pola kalimat dasar sebagai fondasi keterampilan berbahasa. Pada tingkatan mutawassiṭah, pembelajaran diarahkan pada pengembangan komunikasi fungsional melalui keterampilan membaca teks tanpa harakat, menulis paragraf sederhana, serta berbicara dalam konteks kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pada tingkatan mutaqaddimah, pembelajaran menekankan penguasaan bahasa Arab untuk keperluan akademik dan profesional, termasuk pemahaman teks ilmiah dan sastra, penulisan karya ilmiah, serta partisipasi aktif dalam diskusi akademik. Dengan demikian, pembagian tingkatan pembelajaran bahasa Arab memiliki landasan pedagogis yang kuat dan berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang terstruktur, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Copyrights © 2025